
Demak, 12 Juni 2025 — Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan arsip keluarga serta mendukung mitigasi risiko bencana, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak menyelenggarakan kegiatan Layanan Digitalisasi Arsip Keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada hari Kamis, 12 Juni 2025.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Dinas Arpus Provinsi Jawa Tengah dalam mendekatkan layanan kearsipan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan terdampak bencana seperti banjir dan rob. Kecamatan Sayung sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi tinggi terhadap bencana tersebut, sehingga digitalisasi arsip menjadi kebutuhan yang mendesak demi menjaga keberlangsungan dan keutuhan dokumen penting milik warga.
Melalui kegiatan ini, masyarakat difasilitasi untuk melakukan alih media arsip keluarga berupa dokumen-dokumen penting dari bentuk fisik menjadi bentuk digital. Jenis arsip yang dialihmediakan antara lain Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Ijazah, Buku Nikah, KTP, dan SIM. Dengan layanan ini, masyarakat memperoleh salinan digital yang dapat disimpan di berbagai media penyimpanan untuk keperluan pengamanan maupun keperluan administratif lainnya.
Antusiasme warga Kecamatan Sayung terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah arsip yang berhasil dialihmediakan sebanyak 287 lembar arsip milik masyarakat, hanya dalam satu hari kegiatan. Para warga merasa terbantu karena banyak dari mereka belum memiliki salinan digital arsip, padahal arsip-arsip tersebut sangat penting dan sering kali dibutuhkan dalam berbagai urusan pemerintahan, pendidikan, perbankan, dan sebagainya.

Kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi pentingnya menjaga arsip pribadi dan keluarga sebagai bagian dari upaya ketahanan keluarga dalam menghadapi situasi darurat, termasuk bencana alam. Tidak jarang, dalam kondisi bencana, dokumen-dokumen penting ikut rusak atau hilang. Dengan memiliki salinan digital, masyarakat dapat lebih siap dan tidak kehilangan akses terhadap identitas maupun hak administratif mereka.
Pihak Dinas Arpus Provinsi Jawa Tengah menyampaikan komitmennya untuk terus menggencarkan layanan serupa di berbagai daerah lain, terutama wilayah dengan kerentanan bencana tinggi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk membumikan kesadaran kearsipan sejak dari tingkat keluarga.
Melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, serta partisipasi aktif masyarakat, layanan digitalisasi arsip keluarga diharapkan dapat memperkuat budaya sadar arsip dan memperkuat ketahanan administrasi keluarga di tengah perubahan zaman dan tantangan bencana.


















