Event pameran: 1. Hiburan rakyat yang diisi dengan penampilan dari Lookman Jawaica dan Tony Q. Rastafara. 2. Kunjungan stand ramai dan antusias. 3. Pengunjung didominasi oleh masyarakat umum dan anak-anak (keluarga) serta beberapa pengunjung Mahasiswa.
Kegiatan di stand Dinas Arpus: 1. Sosialisasi mengenai arsip-arsip yang masuk MKB dan MOW. 2. Mengenalkan aplikasi iJateng kepada pengunjung mulai dari mengunduh sampai dapat meminjam. 3. Mengenalkan film-film dokumenter yang diproduksi oleh Dinas Arpus kepada masyarakat. 4. Pengunjung dapat membaca buku-buku koleksi langsung di stand Dinas Arpus. 5. Kunjungan teman-teman divabel tuna netra di stand Dinas Arpus Jateng. 6. Jumlah pengunjung 80 pengunjung sesuai data di buku tamu. Kondisi di lapangan lebih dari 80 pengunjung karena yang tertulis di buku tamu hanya perwakilan rombongan pengunjung. 7. Kondisi stand ramai dan pengunjung cukup antusias terutama mengenai naskah kuno dan arsip-arsip yang masuk dalam MKB. 8. Tambahan buku pameran sebanyak 305 eksemplar.
Semarang, 23 Juni 2025 – Dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital, kemampuan masyarakat untuk memilah, memahami, dan menyikapi informasi secara cerdas menjadi sangat penting. Untuk itu, Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Prov. Jateng menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Informasi dengan tema “Meningkatkan Daya Kritis Masyarakat Melalui Literasi Informasi”. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan literasi informasi agar mampu menjadi pengguna informasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab di ruang digital. Peserta dihadiri oleh pegiat literasi dari TBM (Taman Baca Masyarakat) dan Duta Baca Sekolah.
Acara diawali dengan penyampaian laporan oleh Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan, Bapak Erry Raharjono, S.Sos. M.Si. Dalam laporannya, beliau menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan, jumlah peserta, materi yang akan disampaikan, serta harapan agar bimbingan ini dapat menjadi bekal strategis dalam meningkatkan daya kritis masyarakat terhadap informasi yang beredar.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ibu Rahmah Nur Hayati, S.K.M.,M.Kes, selaku Kepala Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Prov. Jateng, dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya literasi informasi sebagai benteng dalam menghadapi hoaks, disinformasi, dan manipulasi informasi yang marak di media sosial. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif sebagai agen literasi di tengah masyarakat.
Narasumber sebagai berikut : 1. Prof. Dr. Sungkowo Edy Mulyono, S.Pd., M.Si., Kepala UPT Perpustakaan UNNES Semarang dengan tema “Kebutuhan Informasi” 2. Dr. Heru Kurniawan, Ketua Forum TBM Provinsi Jawa Tengah dengan tema “Penelusuran Dan Evaluasi Informasi” 3. Suwondo, S.Hum, M.Kom, Kepala UPT Perpustakaan dan UNDIP Press dengan tema “Analisis Sintesis dan Diseminasi Informasi”
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke perpustakaan, di mana peserta diperkenalkan pada tata kelola perpustakaan, sistem katalog digital, dan layanan literasi yang disediakan. Di sela kunjungan, peserta diajak untuk menonton film di ruang audio visual.
Dalam era banjir informasi seperti sekarang, kemampuan masyarakat untuk memilah dan memahami informasi yang benar menjadi sangat krusial. Di sinilah letak pentingnya peran pegiat literasi bukan hanya sebagai penggerak minat baca, tetapi juga sebagai pendamping masyarakat dalam menavigasi informasi yang begitu deras.
Hari Kedua 24 Juni 2025
Kegiatan diawali dengan sesi menonton film edukatif di ruang audio visual. Film yang ditayangkan bertemakan pentingnya literasi dan informasi di kalangan pendidik dan siswa, sebagai bahan refleksi dan diskusi bersama. Kemudian fieldtrip ke perpustakaan, termasuk kunjungan ke perpustakaan kuno dan area koleksi khusus, yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam memahami pengelolaan dan sejarah literasi melalui koleksi fisik yang bernilai sejarah. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi ice breaking, yang menghadirkan suasana santai dan interaktif untuk membangun keakraban antar peserta. Suasana ini menjadi pembuka yang menyenangkan sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan inti.
Narasumber sebagai berikut : 1. Rikarda Ratih Saptaastuti, S.Sos, M.I.Kom, Kepala UPT Perpustakaan Unika Soegijapranata Semarang dengan tema “Kebutuhan Informasi” 2. Wahyu Yusuf Akhmadi, S.STP, M.Si, Kepala Dinas Arpus Kab. Kendal dengan tema “Penelusuran Dan Evaluasi Informasi” 3. Alb. Dwiyoga Widiantoro,M.Kom, Ketua Prodi Sistem Informasi UNIKA Semarang dengan tema “Analisis Sintesis dan Diseminasi Informasi”
Melalui bimbingan teknis ini, diharapkan para guru tidak hanya memahami pentingnya literasi informasi, tetapi juga mampu mengintegrasikan berbagai sumber informasi digital dan konvensional ke dalam proses belajar-mengajar di sekolah.
Hari Ketiga 25 Juni 2025
Di era disrupsi informasi, kemampuan literasi informasi menjadi sangat krusial. Pustakawan diperlukan untuk tidak hanya mengelola koleksi, tetapi juga membekali masyarakat dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, mencari, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi secara cermat dan etis. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), pustakawan dituntut untuk mengadaptasi praktik literasi informasi mereka agar tetap relevan dan efektif dalam konteks digital modern.
Kegiatan diawali dengan kunjungan lapangan ke Layanan Perpustakaan, seperti Ruang Audio Visual, Ruang Dewasa, LTPS, Ruang Baca Difabel dll. Sebagai perpustakaan pusat yang baru diperluas dan dilengkapi fasilitas modern—termasuk area baca baru, ruang audio‑visual, jembatan penyeberangan (JPO), bahkan kafe dan ruang podcast.
Salah satu tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi pustakawan, guru, dan pegiat literasi dalam pengelolaan information literasi yang selaras dengan perkembangan digital dan AI dalam dunia perpustakaan.
Narasumber sebagai berikut : 1. Amroni, S.Sos, Kabid Perpustakaan DPK Kab. Magelang dengan tema “Penelusuran Dan Evaluasi Informasi” 2. Atin Istiarni, M.IP, Pustakawan Universitas Muhammadiyah Magelang, dengan tema “Analisis Sintesis dan Diseminasi Informasi” 3. Eqhna Ariani, Dosen Praktisi Public Speaking dengan tema “Kebutuhan Informasi”
Moderator : Unik Pratisi, S.M., Ketua Komunitas Read Aloud Semarang
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mengembangkan pustakawan sebagai agen literasi yang adaptif di era AI. Kolaborasi efektif antara narasumber, pengelola, peserta, dan pihak teknologi akan memastikan perpustakaan tetap menjadi ruang solusi, bukan hanya arsip.
Semarang, 18 Juni 2025 – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DINARPUS) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Entry Meeting dan Klarifikasi Bukti Dukung Pengawasan Kearsipan Eksternal untuk seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di wilayah Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 hingga 18 Juni 2025 bertempat di Aula Lantai 1 Kantor DINARPUS Provinsi Jawa Tengah, Semarang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari siklus pengawasan kearsipan eksternal yang dilakukan secara rutin sebagai bentuk pembinaan dan evaluasi terhadap pengelolaan kearsipan di pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran, tanggung jawab, dan komitmen perangkat daerah dalam melaksanakan pengelolaan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memverifikasi dan mengklarifikasi bukti dukung kearsipan yang telah dikirimkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka audit kearsipan eksternal.
Hari Pertama: 16 Juni 2025
Pada hari pertama, sebanyak 14 Pemerintah Kabupaten/Kota mengikuti proses klarifikasi bersama 7 Tim Pengawas yang terdiri dari para arsiparis dan pejabat fungsional pengawasan DINARPUS Provinsi Jawa Tengah. Adapun daerah yang mengikuti pada hari pertama adalah:
Kota Semarang
Kota Surakarta
Kota Magelang
Kabupaten Brebes
Kabupaten Pati
Kabupaten Purbalingga
Kabupaten Wonogiri
Kabupaten Tegal
Kabupaten Kudus
Kabupaten Kebumen
Kabupaten Grobogan
Kabupaten Karanganyar
Kabupaten Pekalongan
Kabupaten Rembang
Para perwakilan Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) menyampaikan dan menjelaskan bukti-bukti dukung pengelolaan kearsipan yang telah mereka siapkan. Klarifikasi ini mencakup aspek kebijakan, program kerja, pengelolaan arsip dinamis, arsip statis, SDM kearsipan, sarana prasarana, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan arsip.
Hari Kedua: 17 Juni 2025
Kegiatan dilanjutkan pada hari kedua dengan melibatkan 13 Pemerintah Kabupaten/Kota, yaitu:
Kabupaten Wonosobo
Kabupaten Jepara
Kabupaten Sukoharjo
Kabupaten Blora
Kabupaten Klaten
Kabupaten Purworejo
Kabupaten Kendal
Kabupaten Semarang
Kabupaten Banyumas
Kabupaten Pemalang
Kabupaten Sragen
Kota Tegal
Kota Pekalongan
Sama seperti hari pertama, proses klarifikasi dilakukan secara langsung melalui tanya jawab dan verifikasi terhadap bukti fisik dan digital yang ditunjukkan oleh perwakilan daerah.
Hari Ketiga: 18 Juni 2025
Memasuki hari ketiga, kegiatan difokuskan pada 8 Pemerintah Kabupaten/Kota berikut:
Kota Salatiga
Kabupaten Banjarnegara
Kabupaten Magelang
Kabupaten Temanggung
Kabupaten Boyolali
Kabupaten Demak
Kabupaten Cilacap
Kabupaten Batang
Seluruh tahapan klarifikasi berjalan dengan lancar dan interaktif, mencerminkan kesiapan dan kesungguhan Pemerintah Daerah dalam membenahi dan mengembangkan sistem pengelolaan arsip yang tertib, akuntabel, dan berdaya guna.
Tahapan Selanjutnya
Setelah proses klarifikasi selesai, Tim Pengawas DINARPUS Provinsi Jawa Tengah akan menyusun Risalah Hasil Audit Sementara (RHAS) yang berisi temuan, analisis, dan rekomendasi untuk masing-masing daerah. RHAS tersebut akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota melalui kegiatan Exit Meeting yang akan dilaksanakan secara daring.
Sebagai bentuk fasilitasi pembinaan, Pemerintah Daerah diberikan kesempatan untuk melengkapi dan menyempurnakan bukti dukung kearsipan hingga tanggal 30 Juni 2025. Bukti tambahan ini akan menjadi pertimbangan dalam penyusunan laporan akhir hasil pengawasan kearsipan eksternal tahun 2025.
Komitmen Tertib Arsip
Kepala DINARPUS Provinsi Jawa Tengah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi dalam mendukung reformasi birokrasi, khususnya dalam aspek pengelolaan arsip. Arsip yang dikelola dengan baik akan menjadi sumber informasi, bukti akuntabilitas, serta warisan dokumenter yang penting bagi generasi mendatang.
Melalui pengawasan ini, diharapkan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola kearsipan, tidak hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi juga sebagai bagian dari manajemen pemerintahan yang baik (good governance).
DINARPUS Provinsi Jawa Tengah akan terus mendorong sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat sistem kearsipan nasional yang profesional, terpercaya, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kudus, 17 Juni 2025 – Dalam upaya penyelamatan arsip vital milik desa yang terdampak bencana banjir, Kelompok Kerja Pelestarian pada Bidang Pembinaan dan Pelestarian Arsip (PPA) Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DINARPUS) Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan fasilitasi praktik preservasi dan perbaikan arsip berupa peta kas Desa Wonoyoso, Kabupaten Kudus.
Kegiatan berlangsung di Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus, di mana tim pelestarian DINARPUS Provinsi Jawa Tengah secara langsung melakukan penanganan terhadap arsip yang rusak akibat banjir yang melanda kawasan tersebut. Arsip yang ditangani merupakan dokumen penting yang berkaitan dengan aset dan batas wilayah desa, yang apabila tidak segera diselamatkan akan berdampak pada legalitas dan tata kelola administrasi desa ke depan.
Tim pelestarian melakukan sejumlah tahapan penanganan, mulai dari pembersihan arsip yang terkena lumpur dan air, pengeringan, hingga perbaikan fisik arsip menggunakan teknik dan peralatan khusus sesuai standar preservasi. Kegiatan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga edukatif, karena melibatkan aparatur dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus guna meningkatkan kapasitas lokal dalam penanganan arsip terdampak bencana.
Menurut pernyataan dari tim Pelestarian DINARPUS Provinsi Jawa Tengah, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam memberikan respons cepat dan kolaboratif terhadap kejadian bencana yang mengancam keberadaan arsip penting masyarakat dan pemerintah daerah. Preservasi arsip menjadi langkah krusial dalam menjaga informasi, nilai sejarah, dan hak legal yang melekat pada dokumen-dokumen tersebut.
Diharapkan melalui fasilitasi ini, selain arsip yang rusak dapat diselamatkan, juga dapat mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya perlindungan dan pengelolaan arsip secara preventif, terutama di wilayah-wilayah yang rawan bencana seperti banjir.
DINARPUS Provinsi Jawa Tengah akan terus menjalin sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah dalam menjaga warisan dokumenter dan menjamin keberlangsungan layanan informasi publik berbasis arsip.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Bersama BAZNAS Gelar Trauma Healing bagi Anak-Anak Terdampak Rob di Demak
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan BAZNAS Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Arpus Kabupaten Demak menyelenggarakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana banjir rob. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 14 Juni 2025, di SD Negeri 4 Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, dan dihadiri pula oleh siswa-siswi dari SD Negeri 3 Sriwulan.
Sebanyak 100 anak mengikuti kegiatan yang dirancang untuk membantu proses pemulihan psikologis mereka. Kegiatan ini melibatkan berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif seperti mendongeng oleh Kak Kempo Antaka, seorang pendongeng nasional, serta sesi mewarnai gambar yang disambut dengan penuh antusias oleh para siswa. Selama kegiatan, anak-anak tampak ceria dan bersemangat mengikuti setiap sesi yang diberikan hingga akhir acara.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang dan kebutuhan edukatif anak-anak, diserahkan pula bantuan berupa 100 paket makanan sehat, buah, dan susu kepada peserta kegiatan. Tidak hanya itu, Dinas Arpus Provinsi Jawa Tengah melalui Unit Pengelola Zakat (UPZ) juga menyalurkan 22 paket Alat Peraga Edukatif (APE) dan buku bacaan anak yang diperuntukkan bagi 22 desa terdampak rob.
Paket bantuan tersebut terdiri atas mainan edukatif untuk anak usia 1 hingga 5 tahun serta buku bacaan untuk anak-anak tingkat TK hingga SD. Bantuan tersebut disalurkan ke 10 desa di Kecamatan Sayung, 5 desa di Kecamatan Karangtengah, dan 7 desa di Kecamatan Bonang.
Kepala SDN 4 Sriwulan, Bapak Wawan, mewakili pihak sekolah dan masyarakat menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Beliau menyebutkan bahwa kegiatan trauma healing ini sangat bermanfaat bagi siswa-siswi, tidak hanya dalam membantu pemulihan emosi mereka akibat bencana, tetapi juga dalam meningkatkan semangat belajar dan literasi.
Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dalam menghadirkan layanan kemanusiaan dan literasi yang inklusif, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan terdampak bencana. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan semangat baru dan dorongan positif bagi anak-anak dan masyarakat di daerah terdampak rob untuk bangkit dan terus maju.
Dinas Arpus Jateng Selamatkan Arsip Masyarakat Terdampak Banjir Rob di Kecamatan Sayung, Demak
Dalam rangka mendukung penanganan bencana banjir rob yang melanda Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kegiatan penyelamatan arsip vital milik masyarakat selama dua hari, Kamis hingga Jumat, 12–13 Juni 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Kecamatan Sayung dan menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam melindungi arsip masyarakat dari ancaman kerusakan akibat bencana.
Kepala tim kegiatan sekaligus Arsiparis Ahli Madya, Maria Maharsi Pradoposari, menyampaikan bahwa layanan preservasi arsip ini merupakan hasil kolaborasi aktif antara Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak. Para arsiparis handal dari kedua instansi diterjunkan untuk melakukan proses alih media dan preservasi arsip secara langsung di lokasi.
“Alih media menjadi langkah strategis untuk menyelamatkan informasi penting dari arsip fisik masyarakat, terutama di wilayah yang rawan bencana seperti Sayung,” ujar Maria.
Arsiparis Ahli Muda, Sunyoto, menambahkan bahwa wilayah Sayung secara geografis memang memiliki risiko tinggi terhadap banjir rob, sehingga penyelamatan arsip masyarakat perlu dilakukan secara cepat dan tepat untuk menjaga keutuhan baik fisik maupun informasi dalam arsip tersebut.
Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, terbukti pada hari pertama kegiatan, Kamis (12/6), sebanyak 322 lembar arsip berhasil dipreservasi dan dialihmediakan. Arsip-arsip tersebut meliputi Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Surat Izin Mengemudi (SIM), ijazah, akta nikah, hingga sertifikat tanah dan dokumen penting lainnya.
Pada hari kedua, Jumat (13/6), proses alih media berhasil menyelamatkan tambahan 268 lembar arsip dengan kondisi fisik arsip yang masih baik.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi dalam penyelamatan arsip saat bencana, tetapi juga sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan dan perlindungan arsip pribadi. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus hadir dalam upaya pelestarian arsip masyarakat di tengah potensi risiko kebencanaan.
Demak, 12 Juni 2025 — Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan arsip keluarga serta mendukung mitigasi risiko bencana, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak menyelenggarakan kegiatan Layanan Digitalisasi Arsip Keluarga. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada hari Kamis, 12 Juni 2025.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif Dinas Arpus Provinsi Jawa Tengah dalam mendekatkan layanan kearsipan kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan terdampak bencana seperti banjir dan rob. Kecamatan Sayung sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi tinggi terhadap bencana tersebut, sehingga digitalisasi arsip menjadi kebutuhan yang mendesak demi menjaga keberlangsungan dan keutuhan dokumen penting milik warga.
Melalui kegiatan ini, masyarakat difasilitasi untuk melakukan alih media arsip keluarga berupa dokumen-dokumen penting dari bentuk fisik menjadi bentuk digital. Jenis arsip yang dialihmediakan antara lain Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, Ijazah, Buku Nikah, KTP, dan SIM. Dengan layanan ini, masyarakat memperoleh salinan digital yang dapat disimpan di berbagai media penyimpanan untuk keperluan pengamanan maupun keperluan administratif lainnya.
Antusiasme warga Kecamatan Sayung terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah arsip yang berhasil dialihmediakan sebanyak 287 lembar arsip milik masyarakat, hanya dalam satu hari kegiatan. Para warga merasa terbantu karena banyak dari mereka belum memiliki salinan digital arsip, padahal arsip-arsip tersebut sangat penting dan sering kali dibutuhkan dalam berbagai urusan pemerintahan, pendidikan, perbankan, dan sebagainya.
Kegiatan ini juga menjadi ajang sosialisasi pentingnya menjaga arsip pribadi dan keluarga sebagai bagian dari upaya ketahanan keluarga dalam menghadapi situasi darurat, termasuk bencana alam. Tidak jarang, dalam kondisi bencana, dokumen-dokumen penting ikut rusak atau hilang. Dengan memiliki salinan digital, masyarakat dapat lebih siap dan tidak kehilangan akses terhadap identitas maupun hak administratif mereka.
Pihak Dinas Arpus Provinsi Jawa Tengah menyampaikan komitmennya untuk terus menggencarkan layanan serupa di berbagai daerah lain, terutama wilayah dengan kerentanan bencana tinggi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk membumikan kesadaran kearsipan sejak dari tingkat keluarga.
Melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten, serta partisipasi aktif masyarakat, layanan digitalisasi arsip keluarga diharapkan dapat memperkuat budaya sadar arsip dan memperkuat ketahanan administrasi keluarga di tengah perubahan zaman dan tantangan bencana.
Semarang — Dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pustakawan, Persatuan Pustakawan Indonesia (IPI) Daerah Jawa Tengah menggelar kegiatan Sertifikasi Kompetensi Pustakawan yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 11 hingga 13 Juni 2025. Acara ini diselenggarakan di Aula Lantai IV Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.
Kegiatan secara resmi dibuka dengan laporan Ketua Penyelenggara, Ibu Dyah Nugraheni, S.S., yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Daerah IPI Jawa Tengah. Dalam laporannya, beliau menyampaikan latar belakang pelaksanaan kegiatan, tujuan utama dari sertifikasi ini, serta jumlah peserta yang mengikuti. Total sebanyak 31 peserta hadir dari berbagai provinsi, yakni Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Keberagaman peserta menunjukkan antusiasme tinggi dari para pustakawan dalam meningkatkan kompetensi dan pengakuan profesional secara nasional.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh T. Syamsul Bahri, S.H., M.Si., Ketua Pengurus Pusat IPI. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya sertifikasi sebagai bentuk penguatan identitas profesi pustakawan yang kredibel dan adaptif terhadap perkembangan zaman, khususnya di era digital dan disrupsi informasi saat ini.
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Drs. Agus Sutoyo, M.Si., Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini serta menekankan bahwa sertifikasi merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, khususnya dalam sektor perpustakaan dan literasi informasi.
Acara puncak pembukaan ditandai dengan sambutan sekaligus pernyataan resmi pembukaan kegiatan oleh Bapak Prijo Anggoro BR, S.H., M.Si., Pustakawan Ahli Utama, yang hadir mewakili Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Dalam sambutannya, beliau menyatakan dukungan penuh dari pemerintah provinsi terhadap kegiatan sertifikasi ini, serta berharap agar para peserta dapat mengikuti proses dengan sungguh-sungguh sehingga mendapatkan hasil yang optimal dan berdampak pada pelayanan perpustakaan yang semakin berkualitas.
Kegiatan sertifikasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan pustakawan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di institusi masing-masing. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta akan mengikuti berbagai tahapan uji kompetensi sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) bidang kepustakawanan.