WhatsApp Image 2024-09-12 at 10.41.29

Serah Terima Pojok Baca Terminal Penggaron

Semarang – 11 September Juli 2024

Dalam rangka Hari Perhubungan Nasional Tahun 2024, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah menyerahkan Pojok Baca Terminal Penggaron.

Semoga pojok baca ini dapat menjadi tempat inspiratif bagi seluruh penumpang dan masyarakat, mendukung literasi dan pengetahuan dalam setiap perjalanan. Terima kasih atas partisipasi semua pihak dalam acara Central Java Transport Solution Expo! 🚍🎉

WhatsApp Image 2024-07-25 at 09.34.23 (1)

Kunjungan Kerja Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah

Bali – 24 Juli 2024

Dalam rangka Inventarisasi Bahan Evaluasi Perubahan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perpustakaan di Jawa Tengah, dengan ini Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah telah melakukan kunjungan kerja ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Badung Provinsi Bali.

Kunjungan kerja Komisi A DPRD Provinsi Jawa Tengah didampingi oleh Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, dan Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan kunjungan kerja yang dimaksud berjalan selama tanggal 23 Juli 2024 – 26 Juli 2024.

image-5

Warga Kecandungan Judi Online Disebut karena Kurang Literasi Keuangan

Maraknya judi online (judol) menjadi salah satu perhatian pemerintah. Sehingga Presiden Jokowi membentuk Satgas Pemberantasan Judi Online.

Bukan hanya pemerintah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw) Jawa Tengah (Jateng) dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jateng pun ikut menyoroti fenomena judi online yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia.

“Itu orang kena judi online, itu kurang literasi keuangannya. Coba-coba, akhirnya rugi, bunuh diri dan lain sebagainya. Kalau literasinya baik, oh yang benar harusnya ini-ini,” ujar Kepala Dinas Arpus Provinsi Jateng, Defransisco Dasilva Tavares alias Frans di Kantor BI Jateng, Semarang, Kamis ini (19/6).

Frans mengatakan, literasi keuangan bisa didapat dengan banyak membaca di perpustakaan umum, maupun perpustakaan khusus, seperti yang ada di Bank Indonesia Jateng maupun yang dimiliki berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Pemprov Jateng.

Dia menyebut, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) di Jateng sudah cukup tinggi. Saat ini, di Jateng, ada berbagai komunitas termasuk Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang diinisiasi pegiat literasi. Jumlahnya sekira 400 komunitas dan sudah berbadan hukum.

“Semangatnya dari bawah, ini yang harus kita fasilitasi, kita support. IPLM di Jateng tahun ini sudah cukup tinggi. Pada 2023, jauh lebih tinggi dari standar nasional, di atas 78 persen Jateng. Kalau nasional masih 60-an (persen),” ucap Frans.

Dia mengatakan, beberapa wilayah di Jateng yang memiliki IPLM tinggi di antaranya; Kota Salatiga, Kota Magelang hingga Kabupaten Kebumen. Salah satu parameternya di antaranya; jumlah pengunjung perpustakaan, durasi membaca hingga jenis buku yang dibaca.

“Kalau elektronik lebih mudah lagi memantaunya. Itu indikator kinerja kita,” ucap Frans.

Menurut Frans, adanya Perpustakaan Bank Indonesia Jateng sekaligus membentuk komunitas baca adalah tren positif yang perlu terus didukung. Sebab itulah, pihaknya ke depan juga akan terus berupaya mengembangkannya, salah satunya dengan program-program yang terkoneksi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Jateng, Rahmat Dwisaputra menuturkan, perpustakaan BI Jateng yang terletak di kantornya juga dilengkapi berbagai fasilitas, seperti Pojok Kartini hingga Pojok Baraile.

“Ini juga dalam rangka meningkatkan peran perpustakaan untuk menjangkau masyarakat lebih luas lagi. Kami bentuk klub membaca, klub buku,” ujar Rahmat.

Bagi internal pegawai BI, kata Rahmat, perpustakaan internal itu juga berguna. Sebab, produk BI yang berupa kebijakan, tentunya juga didapat dari hasil membaca dan menganalisa berbagai literasi maupun fenomena yang terjadi.

“Untuk eksternal, kami ingin menumbuhkan minat baca, jadi indeks literasi kita, minat baca kita naik, bagi Indonesia khususnya Provinsi Jateng,” tuturnya.

Rahmat mengatakan, komunitas yang sudah dibentuk, akan secara berkala mengadakan berbagai kegiatan salah satunya untuk bedah buku dan berdiskusi. Masyarakat luas dipersilakan ikut meramaikan engan datang ke Kantor BI Jateng, gratis.

“Dari luar mau gabung, monggo banget. Kita kerja sama dengan komunitas,” ujar Rahmat.

Samarinda

Penerimaan Penghargaan Register Memori Kolektif Bangsa dan Pengawasan Kearsipan Peringkat Ke II

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyabet sekaligus 2 Penghargaan pada 2 kategori Hasil penilaian oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), ditetapkan Arsip Transmigrasi di Jawa Tengah Tahun 1950-1999 dalam Register Memori Kolektif Bangsa, dan sebagai Pemerintah Daerah Provinsi yg memperoleh peringkat ke II dengan kategori AA “sangat memuaskan” berdasarkan hasil pengawasan kearsipan tahun 2023.

Penyerahan piagam penghargaan diberikan pada puncak peringatan hari kearsipan ke 53 tahun 2024 dilaksanakan di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur secara luring dan secara daring di lingkungan instansi masing masing, yang dimulai pada tanggal 28 s.d. 30 Mei 2024 di Hotel Mercure Samarinda. Jl. Mulawarman No 171 Pelabuhan Kota Samarinda Kalimantan Timur.

Pembukaan-Pameran-Kearsipan

Pembukaan Pameran Kearsipan Dan Perpustakaan se Jawa Tengah Tahun 2024

Surakarta – Pameran Kearsipan dan Perpustakaan se Jawa Tengah 2024 resmi digelar di Graha Wisata Niaga, JI Slamet Riyadi No.275, Kota Solo, pada Senin (10/6/2024). Pameran yang menampilkan ratusan koleksi arsip itu akan berlangsung selama tiga hari, Senin-Rabu.

Kepala Dinas Arpus Jateng, De Francisco Da Silva Tavares, S.P,. M.Si mengatakan pameran yang mengangkat tema Best for Future,  Authentic, Reflective, Educative, and Inspiration itu baru kali pertama diadakan secara luring setelah sebelumnya digelar daring karena pandemi.

Terdapat 30 stan yang didukung oleh 18 Dinas Arpus dari kabupaten atau kota seluruh Jateng. Stan menampilkan koleksi arsip yang menggambarkan sejarah seni, budaya, dan politik masing-masing kabupaten/kota.

“Di tengah informasi yang sangat cepat seperti sekarang ini, arsip menjadi salah satu sumber informasi yang tidak ada di sosial media. Arsip menjadi sumber informasi yang autentik dan terpercaya,”

pendampingi-literasi

Peningkatan Pendamping Literasi Perpustakaan Sekolah/madrasah

Semarang – 20 Mei 2024

Dalam rangka pembinaan dan pengembangan perpustakaan sekolah/madrasah, Perpustakaan Nasional RI melaksanakan kegiatan peningkatan pendamping Literasi Perpustakaan Sekolah/Madrasah di provinsi Jawa Tengah yang bertujuan untuk meningkatkan literasi siswa sekolah/madrasah sesuai dengan tuntutan jaman.

Literasi secara sederhana, literasi adalah kemampuan dalam membaca dan menulis. Membaca dapat diartikan sebagai proses menerjemahkan lambang-lambang bahasa hingga diproses menjadi suatu pengertian. Sementara itu, menulis adalah mengungkapkan pemikiran dengan mengukirkan lambanglambang bahasa hingga membentuk suatu pengertian.

Dalam rangka meningkatkan kecerdasan kehidupan bangsa, perlu ditumbuhkan budaya membaca melalui pengembangan dan pendayagunaan perpustakaan sebagai sumber informasi yang berupa karya tulis, karya cetak dam karya rekam.

Pembudayaan Kegemaran membaca dilakukan melalui keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat. Pembudayaan kegemaran membaca pada satuan pendidikan dilakukan dengan mengembangkan dan memanfaatkan perpustakaan sebagai proses pembelajaran.

87586ba464bcb09a1505af800d2f2df7

Gelar Pengawasan Kearsipan Daerah Tahun 2023 Kabupaten Purworejo

Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Purworejo mengadakan Gelar Pengawasan Kearsipan Tahun 2023 dan Pencanangan Aplikasi SRIKANDI dengan Tema Gerakan Kearsipan Menuju Birokrasi Maju. Kegiatan ini dilaksanakan di Grand Dafam Signature Internasional Airport Yogyakarta Jalan Nasional III KM.41 Temon, Kulon Progo pada hari Jumat, 10 November 2023. 

Kepala Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Bapak Defransisco Dasilva Tavares, SP, M.Si, menjadi narasumber dalam Kegiatan Gelar Pengawasan Kearsipan ini.

c2ec7d3e3d4b71d96b6f12d29bbb9dd7-1

Rapat Anggota Tahunan KPRI PUSTA Tahun Buku 2017

Rapat Anggota Tahunan KPRI PUSTA Tahun Buku 2017 hari Jumat 23 Februari 2018 di Gedung Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Jl. Sriwijaya 29 A Semarang Lantai 4 di Buka oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan yang di Wakilkan Kepala Bidang Pengelolaan Pelestarian Arsip Bapak Dadang Tri Djoko Puspito,S.Sos,M.Si sedangkan dari Dinas Koperasi yang mewakili Ibu Choirunisa,S.Pt dan di hadiri kurang lebih 90 anggota KPRI Pustaka

 
bec56e56ed6d25ebbf7f897f9fe3f03a

Pembangunan Perluasan Gedung Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah

SEMARANG – Pembangunan Perluasan Gedung Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah
Tahun 2024. Telah diresmikan dengan memulai Groundbreak oleh Nana Sudjana sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah. Dan dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala DPU-BMCK Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Jawa Tengah, Kepala Biro APBJ Provinsi Jawa Tengah serta perwakilan dari Biro Umum, Biro Kesra, Reskrimsus Polda Jateng, Bappeda Jateng dan Inspektorat Jateng.

Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah di Jalan Sriwijaya ini telah didirikan sejak tahun 1987 dan mendapat tambahan bangunan garasi dan hall lantai 4 pada tahun 2009. Gedung ini telah menjadi idola masyarakat waktu itu sebagai tempat mahasiswa mencari referensi. Sejalan dengan perkembangan selanjutnya, dimana universitas-universitas di Semarang juga telah membangun perpustakaannya yang lebih modern dan nyaman, menyebabkan pengunjung perpustakaan mengalami penurunan. Namun demikian, mengingat koleksi buku di perpustakaan ini relatif lengkap dengan jumlah ± 230.000 eksemplar dan berbagai inovasi layanan yang telah dilakukan, pengunjung perpustakaan ini masih banyak ± 3 juta/tahun. Adapun pengunjung offline mencapai 100-150 pengunjung perhari.

Mengingat masih banyaknya pengunjung dan koleksi yang ada sekaligus dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat, diperlukan perpustakaan yang lebih memadai dan ruang interaksi masyarakat yang lebih modern, maka perlu dilakukan perluasan pembangunan gedung perpustakaan seluas ± 3.000 m2 (lantai 1 s/d 3) nantinya akan bertambah luas ± 1.175 m2 (lantai 2) dan ruang parkir yang lebih memadai di lantai 1 (satu) sehingga luasnya menjadi ± 4.175 m2. Masyarakatpun lebih mudah akses masuk langsung dari Jalan Sriwijaya dengan membangun JPO di depan halaman perpustakaan ini.

3514226ec20032af7255b1e6b6bf458e

Bimbingan teknis Pengelolaan Arsip Vital dan Penyusutan Arsip

Semarang – Arsip sebagai jejak rekam pembangunan daerah dan sebagai dokumen sejarah perjalanan bangsa menjadi tanggung jawab bersama, yaitu lembaga negara, pemerintah, perusahaan/swasta, organisasi politik, organisasi masyarakat, dan perseorangan. Oleh karena itu kewajiban instansi Pencipta Arsip beserta SDM-nya (Fungsional Arsiparis, Pengelola Arsip) untuk menyelenggarakan kearsipan secara optimal karena arsip akan menjadi sumber rujukan atau sumber referensi yang terpercaya. 

Dalam rangka memenuhi rekomendasi hasil pengawasan kearsipan tahun 2023, Perangkat Daerah berkewajiban melakukan Identifikasi Arsip Vital sesuai Peraturan Gubernur Nomor 17 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Arsip Dinamis, dan Penyusutan Arsip yang akan menghasilkan Daftar Arsip Inaktif, Daftar Arsip Usul Musnah, Daftar  Arsip Usul Serah sesuai Peraturan Gubernur Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusutan Arsip Provinsi Jawa Tengah.

Melalui Bimtek ini Perangkat Daerah diharapkan memahami bagaimana melakukan pendataan dan membuat daftar arsip-arsip yang masuk kategori arsip  vital, kategori arsip musnah, kategori arsip statis, dan kategori arsip inaktif yang akan tetap  stay di Record Center (Pusat Arsip Inaktif) sesuai Jadwal Retensi Arsip.

Perangkat Daerah wajib melakukan pendataan arsip vital secara terprogram, memberikan perlindungan, dan pengamanan, sehingga suatu saat terjadi bencana atau keadaan darurat, arsip vital sebagai alat bukti keberadaan suatu Instansi akan terselamatkan dari kemungkinan musnah, hilang dan rusaknya fisik dan informasi arsip.

Mengapa? arsip vital adalah arsip yang sangat dibutuhkan oleh organisasi, hanya satu kali diciptakan dan tidak tergantikan. Apabila arsip ini hilang akan berakibat terhentinya kegiatan organisasi, dan organisasi tidak akan mampu menyusun kembali rekaman informasi yang terdapat dalam arsip. Misal surat sertifikat tanah Perangkat Daerah hilang, kemungkinan dapat dibuat lagi, tetapi itu adalah salinan, dan mengurus untuk menerbitkan ‘salinan tersebut membutuhkan waktu sangat lama, dana besar, menguras energi dan pikiran, dan seterusnya.

Pada waktu pendataan, apabila ditemukan arsip statis, maka wajib diserahkan kepada Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) dalam hal ini, Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah untuk disimpan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan sehingga menambah khasanah arsip statis yang dapat dilayankan kepada pengguna arsip.

Penyusutan Arsip yang dilakukan secara rutin, akan memudahkan Tim Pengelola Arsip mengelola arsip inaktif di Record Center. Arsip yang tidak bernilai guna segera terlihat dan akan dimusnahkan sesuai prosedur. Petugas tidak kewalahan kelebihan volume arsip saat menyimpan arsip. Hal ini menghemat biaya perawatan gedung sehingga pengelolaan arsip dinamis menjadi lebih efisien.