c2ec7d3e3d4b71d96b6f12d29bbb9dd7-1

Sosialisasi Jabatan Fungsioanal Pustakawan

SEMARANG – Kegiatan Sosialisasi Jabatan Fungsional Pustakawan yang diselenggarakan 22 Juni 2022 di Hotel Quest Semarang. Dihadiri para Pustakawan dari Kabupaten/Kota, Narasumber Pusat dari Perpusnas RI dan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Tengah. 

Dengan diterbitkan Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 tahun 2019 tentang Pengusulan, Penetapan, dan Pembinaan Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil sehingga terdapat beberapa personil Pustakawan baru. Pustakawan baru baik melalui pengangkatan pertama, pindahan dari jabatan lain, penyesuaian/inpassing, maupun promosi, perlu mendapatkan pemahaman tentang jabatan Pustakawan. Hal ini sebagai upaya awal guna memberikan pemahaman kepada para Pustakawan baru agar lebih berupaya secara profesional melaksanakan tugas.


Pada sisi lain, pustakawan harus terus meningkatkan kompetensi dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi. Jabatan fungsional secara administrasi sedikit berbeda dengan jabatan fungsional umum, dimana didalamnya terdapat penilaian kinerja melalui Penilaian Angka Kredit (PAK). PAK menjadi salah satu tolak ukur bagi para Pustakawan dalam menjalankan tugas secara profesional. Hal ini menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Jabatan Fungsional Pustakawan, sebagai bagian informasi oleh Lembaga Pembina Pustakawan dalam hal ini Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Perpusnas juga memfasilitasi para pustakawan dalam menyusun DUPAK melalui Sistem Informsi Managemen DUPAK Terpadu (SIMADU). Dalam hal ini pula SIMADU menjadi salah satu bahan dalam kegiatan ini, yang sudah barang tentu menjadi rujukan penting bagi para Pustakawan dalam mendukung kerja.


Kegiatan Sosilaisasi Jabatan Fungsional Pustakawan yang dilaksanakan diharapkan mampu memberikan penguatan sekaligus profesionalisme Pustakawan sekaligus kapasitas kelembagaan khususnya di Lingkungan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah maupun Kabupaten/Kota. Pada sisi yang lain, kegiatan ini diharapkan berdampak pada peningkatan layanan Perpustakaan secara profesional
sebagai lembaga publik.

19-1

Workshop Pegiat Literasi “Eksistensi Pegiat Literasi Dalam Mendorong Masyarakat Cakap Literasi Tahun 2022”

SEMARANG – Tingkat Kegemaran Membaca di Provinsi Jawa Tengah (peringkat kedua se-Indonesia setelah Yogyakarta) dengan skor 68,3 tidak lepas dari peran Pegiat literasi dalam menyediakan layanan bacaan di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) atau lembaga sejenisnya, kehadirannya mampu membangun budaya baca masyarakat. .

Pada kesempatan ini Dinas ARPUS Jateng melalui Dana Dekonsentrasi PERPUSNAS RI menyelenggarakan kegiatan Workshop dengan maksud memberikan sarana sebagai media komunikasi para pegiat literasi dengan Pemerintah (Dinas Pendidikan), Legislatif (DPRD), Akademisi (DR. Ida Fajar UGM), Pelaku TBM (Ketua TBM Se Indonesia, Kang Opik), dan serta mendorong Komitmen Stakeholder dalam upaya peningkatan literasi masyarakat.

Kegiatan Workshop Pegiat Literasi dengan tema “Eksistensi Pegiat Literasi Dalam Mendorong Masyarakat Cakap Literasi” diselenggarakan di Hotel Quest Semarang kemarin hari Rabu, 15 Juni 2022.

18-1 (1)

Bimbingan Teknis Pengukuran Gemar Membaca Dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022

SEMARANG – Sesuai dengan Peraturan kementerian Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, bahwa Urusan Bidang Perpustakaan Indeks Kinerja Kunci melalui pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Nilai Tingkat Kegemaran Membaca (TGM).

Dinas ARPUS Jateng kembali mendapatkan kesempatan menyelenggarakan Bimtek Pengukuran IPLM dan TGM, yang diberikan oleh PERPUSNAS RI. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel MG Setos Semarang selama 2 hari. Narasumber dari PERPUSNAS RI Bapak R. Rahmat Romadon, S.Hum., M.Hum, IBu Alfa Husna, Ibu Ilsa nurul Oktaviani, S.Hum.

Berdasarkan hasil skor, TGM Jawa Tengah dengan skor 68.3 merupakan hasil terbaik kedua setelah Yogyakarta, sedangkan IPLM di Jawa Tengah 11.33 peringkat ke 15 dari 34 Provinsi sehingga masih perlu ditingkatkan.