2d01a731995d1d5d134ba86554aefc31

Wujudkan Layanan Prima Dengan Tertib Arsip Sekolah Di Jawa Tengah

Sejak tahun 2017  lingkungan sekolah khususnya SMAN dan SMKN menjadi kewenangan provinsi, Peran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah sebagai lembaga kearsipan bertanggungjawab dalam upaya meningkatkan kesadaran di bidang kearsipan telah menyelenggarakan kegiatan SOSIALISASI KEARSIPAN dengan mengusung tema “Peningkatan SDM Kearsipan yang Profesional dalam Mendukung Tertib Arsip Sekolah”  bertujuan agar petugas pengelola arsip sekolah mengetahui ilmu kearsipan, khususnya tentang pengelolaan arsip dinamis dari penciptaan arsip yang meliputi pembuatan dan penerimaan arsip , penggunaan dan pemeliharaan arsip yang meliputi pendistribusian dan perawatan, serta penyusutan arsip yang meliputi tahapan pemindahan, penyerahan dan pemusnahan.

Kegiatan sosialisasi kearsipan dengan target peserta 100 orang yang diikuti  beberapa sekolah, dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2020 di Aula Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Pati dengan narasumber sebagai berikut :

  1. Arsip Nasional RI sebagai pemapar Bapak Drs. R. Hanapi Mulyadi dengan tema “Peningkatan SDM Kearsipan yang Profesional dalam Mendukung Tertib Arsip Sekolah”
  2. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pemapar Bapak Kustrisaptono, S.Si, M.Pd, mengambil tema “Kebijakan Peningkatan Kapasitas SDM Kearsipan dalam Mewujudkan Tertib Arsip pada SMAN/SMKN di Jawa Tengah”
  3. Kepala Sekolah SMKN 1 Pati sebagai pemapar Bapak Wijanarko, S.Pd, M.Si mengambil sub tema “Implementasi Tertib Arsip di SMKN 1 Pati dalam Mewujudkan Layan Prima”

Sekolah sebagai lembaga pemerintah/swasta dibidang pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa tentunya memerlukan tertib administrasi demi kelancaran jalannya organisasi. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan pengelolaan arsip untuk menyelamatkan dan mengamankan arsip sebagai bahan informasi pada adminsitrasi sekolah diantaranya meliputi :

  1. Buku Agenda Surat Masuk
  2. Buku Agenda Surat Keluar
  3. Buku Induk Siswa
  4.  Daftar Isian Pendataan Siswa
  5.  Daftar Mutasi Siswa
  6.  Daftar Penerima Beasiswa
  7.  Daftar Penyerahan Ijazah kepada Lulusan Ujian Sekolah
  8.  Daftar Rekapitulasi Kenaikan Kelas dan Kelulusan
  9.  Daftar Inventaris Sarana     

Sampai dengan saat ini SMAN/SMKN se-Jawa Tengah yang sudah mendapat sosialisasi kearsipan dari Tahun 2017 s.d 2019 berjumlah 316 sekolah dengan rincian sebagai berikut :

  1. Tahun 2017 sebanyak 148 sekolah
  2. Tahun 2018 sebanyak 95 sekolah
  3. Tahun 2019 sebanyak 73 sekolah

Kegiatan Sosialisasi Kearsipan berikutnya akan dilaksanakan di SMAN 1 Klaten.

Untuk Program lanjutan kegiatan sosialisasi kearsipan adalah Bimbingan Teknis Kearsipan yang dilaksanakan satu tahun sekali. Hal ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kearsipan terhadap lembaga/organisasi dilingkungan Provinsi yang telah menjadi tanggung jawab Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah  sebagai lembaga pembina kearsipan.

Program kegiatan Sosialisasi Kearsipan bagi SMAN/SMKN se-Jawa Tengah akan meningkatkan kesadaran dibidang kearsipan, terutama untuk SDM pengelola arsip sekolah guna tertibnya arsip untuk penyelamatan dan  pemanfaatan di lingkungan masyarakat. Lingkungan masyarakat akan lebih mudah mendapatkan informasi bila tertib arsip sekolah terpelihara dengan baik.

Tertibnya arsip sekolah adalah tertibnya administrasi di dunia pendidikan. Arsip sekolah adalah arsip masa  depan bangsa. Kita tidak akan punya sejarah pendidikan tanpa adanya tertib arsip sekolah.

3799497579010c61878c385ba73e6b50

Kedepankan Layanan Penyelamatan Arsip Masyarakat

Semarang – Komitmen dalam pengelolaan arsip dan perpustakaan bagi setiap pemerintah daerah sangat penting dilakukan. Hal ini ditandai dengan adanya Rakorwil I Kearsipan Dan Perpustakaan Tahun 2020. Rakor ini dihadiri oleh Kepala Dinas Arpus Kabupaten dan Kota se Jawa Tengah yang diadakan di Cilacap pada 5-6 Februari 2020. Dalam pengarahan Kadinas Arpus Prijo Anggoro BR, menyampaikan bahwa pengelolaan arsip itu penting. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan sebuah inovasi yang bernama Arsip Emas. Setiap masyarakat Jawa Tengah dapat memanfaatkan fasilitas ini secara Gratis. Masyarakat hanya cukup mendownload aplikasi Arsip Emas di Google Play Store. 

Dunia saat ini menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan digitalisasi, AI, IoT, serta Big Data sehingga memiliki urusan kearsipan dan perpustakaan harus beradaptasi sehingga tidak terlindas perubahan zaman. Tidak hanya itu, dalam urusan perpustakaan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memiliki iJateng yang juga dapat dimanfaatkan masyarakat di Jawa Tengah yang jauh dari perpustakaan dapat membaca buku melalui aplikasi iJateng. Semua fasilitas yang pemerintah sediakan seperti Arsip Emas dan Ijateng dapat digunakan secara Gratis.

Selain adanya aplikasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di tahun 2020 ini memiliki program Ranting Mas. Program ini merupakan bentuk layanan masyarakat dimana kami akan melakukan restorasi / perbaikan arsip penting masyarakat yang terdampak bencana. Dengan adanya program ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam penyelamatan arsip yang terdampak bencana.

b2f450de084f63eb7a9606de25212b39

Gratiskan Perbaikan Arsip Yang Rusak Akibat Bencana

SEMARANG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah menggratiskan perbaikan arsip rusak akibat bencana. Hal itu seperti dilakukan di Kabupaten Brebes yang dilanda banjir beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Arpus Jateng Prijo Anggoro Budi Rahardjo mengatakan bencana alam yang melanda beberapa daerah belakangan ini, membuat sejumlah arsip rawan rusak. Selain di Kabupaten Brebes, kegiatan serupa juga dilakukan di Batursari Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

“Pada Januari 2020, kami melakukan kegiatan fasilitasi preservasi/ perawatan arsip yang rusak di daerah terdampak bencana Desa Cikeusal Lor, Cikeusal Kidul, dan Desa Sindangjaya, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Perbaikan arsip juga dilakukan di Batursari Kecamatan Mranggen,” ujarnya, Rabu (22/1/2020)

Perbaikan arsip tersebut tidak dipungut biaya, alias gratis. Nantinya, arsip yang telah diperbaiki tersebut akan disimpan ke aplikasi Arsip Emas.

“Iya, gratis. Untuk perbaikan arsip itu gratis,” tuturnya.

Arsip Emas merupakan inovasi yang dipersembahkan bagi masyarakat Provinsi Jawa Tengah dengan mendasari Perda Provinsi Jawa Tengah No 1 Tahun 2015  dan Pergub Jawa Tengah Nomor 39 Tahun 2015. Munculnya inovasi Arsip Emas karena banyaknya keluhan masyarakat atas hilangnya atau kerusakan arsip maupun dokumen yang dimilikinya.

Kegiatan tesebut sebagai salah satu bagian program pengentasan kemiskinan, berupa program restorasi arsip penting masyarakat yang disingkat Ranting Mas. Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hadir dalam penyelamatan arsip penting masyarakat sampai tingkat desa, seperti perbaikan arsip vital desa berupa Letter C, surat ukur/ rincik, hingga peta batas wilayah desa.

“Seperti, hilangnya arsip atau dokumen penting milik masyarakat akibat faktor alam, baik bencana banjir, tanah longsor, kebakaran, termakan rayap. Selain itu juga dikarenakan kelalaian dari masyarakat itu sendiri yang mengakibatkan dokumen hilang atau tercecer. Hal ini menandakan masih kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya penyelamatan arsip / dokumen,” paparnya.

Kasi Pelestarian Dinas Arpus Provinsi Jawa Tengah, Indarto menjelaskan, perbaikan arsip rusak akibat bencana dilakukan dengan hati-hati. Pertama, berkas tersebut dikeringkan lebih dulu, ditata, lalu disemprot magnesium agar tidak keras, kemudian dilapisi tisu Jepang.

“Setelah itu ditata dan dirapikan dengan tangan. Ini harus hati-hati. Terakhir dikeringkan dengan kipas angin, karena kalau kena sinar matahari bisa rusak. Nah, arsip ini bisa bertahan 20 sampai 30 tahun,” ungkapnya.

Arsip yang telah diperbaiki tersebut kemudian disosialisasikan supaya disimpan di aplikasi Arsip Emas.

“Iya, kita berharap Arsip Emas ini menjadi solusi penyimpanan arsip,” pungkasnya.

12-1

Paradigma Baru Pengembangan Perpustakaan

Perpustakaan sebagai gudang buku harus melakukan perubahan, supaya tidak ditinggalkan generasi milenial. Tak boleh hanya bertindak sebagai penyedia buku, yang harus menunggu orang datang, dan meminjamkan koleksi bacaannya. Namun, perlu penerapan program transformasi berbasis inklusi sosial.

Dengan membaca buku di perpustakaan, masyarakat mendapatkan ilmu, meningkatkan keterampilannya hingga imbasnya terjadi peningkatan kesejahteraan keluarga. Pernyataan itu diungkapkan Inspektur Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Darmadi dalam sambutannya pada acara Peel Learning Meeting (PLM) di Semarang, Rabu (6/11).

“Perpustakaan berbasis inklusi sosial ini paradigma baru dalam pengembangan perpustakaan. Inisiatif transformasi ini mendapat dukungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Dukungan (Bappenas-red), dengan tujuannya meningkatkan literasi,” kata Darmadi di hadapan ratusan peserta mulai dari kepala desa, pegawai dinas arsip di Jateng.

Menurut dia, perpustakaan kini tak sekadar jadi teman membaca buku, tapi tugasnya perlu membagikan pengalaman, meningkatkan keterampilan bagi masyarakat. Sejak 2014, Jateng yang pernah mendapatkan bantuan Bank Dunia telah fokus pengembangan perpustakaan umum dan sekolah. Setelahnya, ada program Perpuseru yang dikawal CocaCola Foundation. Belakangan, pengembangan perpustakaan ini akan diampu oleh Perpusnas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng Prijo Anggoro BR SH M.Si mengajak masyarakat giat meningkatkan gerakan literasi. Bersama Perpusnas, institusinya melakukan interaksi dalam pengembangan perpustakaan. “Mari belajar supaya punya kemampuan. Kalau sudah memiliki kemampuan, maka akan punya terobosan sehingga akan bisa melangkah kedepannya lebih baik,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, perpustakaan yang buruk hanya bisa menata buku. Perpustakaan baik, mampu meminjamkan buku. Namun, perpustakaan hebat akan mampu menciptakan komunitas dan jejaring yang menyatukan. “Komunitas itu penting, misalnya pada bidang pertanian. Mereka bisa saling sharing ilmu, sekaligus melakukan upaya memecahkan masalah hama, meningkatkan produktivitas padi serta daya jualnya,” ungkapnya

Dikutip dari Suara Merdeka

11-3

Mengungkap Kopi Di Jawa Tengah Melalui Arsip

ebagai Perangkat Daerah (PD) Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai tugas pokok dan fungsi membantu Gubernur dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah di bidang kearsipan dan perpustakaan. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah memiliki khazanah arsip statis yang diperoleh melalui akuisisi arsip terdiri dari arsip tekstual, arsip foto, arsip film, arsip kartografi dsb, dengan kurun waktu dari tahun 1800 (Arsip Karesidenan Semarang) s.d. 2016 (Arsip Balitbang Provinsi Jawa Tengah). Khazanah tersebut perlu dikemas dalam suatu bentuk tayangan supaya masyarakat pengguna lebih tertarik untuk menikmati dan memanfaatkan arsip-arsip yang menjadi khazanah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah melakukan penyelamatan arsip yang bernilai guna sejarah dan pertanggungjawaban akuntabilitas kinerja. Arsip-arsip tersebut terkelola secara tuntas dengan bukti adanya penyusunan inventaris, guide khazanah maupun naskah sumber arsip.  

Memasuki era Industri 4.0, pengguna arsip khususnya generasi milenial lebih tertarik menikmati informasi dalam bentuk digital, maka perlu adanya inovasi dalam penyajian informasi, antara lain  berupa tayangan.

Tersusunnya naskah sumber arsip dalam bentuk tayangan bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan kualitas  pelayanan publik, yaitu memberikan kemudahan akses bagi pengguna dalam memanfaatkan arsip.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah sebagai lembaga kearsipan daerah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan  kegiatan FGD (Focus Group Discussion) Naskah Sumber Arsip ini dengan harapan memperoleh saran dan masukan untuk kesempurnaan pembuatan tayangan yang berjudul “Sejarah Kopi di Jawa Tengah”.

Sumber Daya Manusia bidang kearsipan antara lain: Arsiparis dan pengelola arsip sangat perlu meningkatkan profesionalisme dan kompetensinya, mengingat Arsiparis menjadi  penggerak agen perubahan dalam mentransformasikan ilmu kearsipan. Pada akhirnya melalui FGD diharapkan sumber daya manusia kearsipan dapat mengetahui dan memahami serta termotivasi melaksanakan penyusunan naskah sumber arsip dalam bentuk tayangan.

10-1-2

Pameran Perpustakaan & Arsip Prov. Jateng 17-20 Oktober Di Rita Supermall Purwokerto

Purwokerto – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan menggelar Pameran Perpustakaan dan Arsip pada tanggal 17-20 Oktober di Rita Supermall Purwokerto. Disana tidak hanya menyajikan pameran Perpustakaan dan Arsip saja, ada kegiatan lain seperti, festival musik etnik, seminar anti narkoba dan anti korupsi, workshop, pemutaran film dan spesial perfome dari penyanyi Virzha. Pameran bertema ” Dari Jawa Tengah Menuju Indonesia Pintar dan Bermartabat”.

Pembukaan berlangsung meriah diawali dengan penampilan pembacaaan puisi dan tari dari anak-anak tunarungu dari SLB Yakut Purwokerto. Dilanjut dengan sambutan Bapak Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein dan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Prijo Anggoro BR, SH, M.Si dan pemukulan gong tanda pameran resmi di buka.

Pameran Perpustakaan dan Arsip Jawa Tengah diikuti oleh 62 stand yang terdiri dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kota Provinsi Jawa Tengah, intansi vertikal seperti OJK, Museum BPK dan Balai Konservasi Borobudur.

 

9-1

Pemprov Jateng Sosialisasikan Hasil Kajian Bidang Kearsipan

Pada era globalisasi dan revolusi industri 4.0, perkembangan TIK berdampak pada semua aspek kehidupan, termasuk juga di bidang manajemen kearsipan. Manajemen kearsipan memiliki peran penting dalam mendukung terwujudnya penyelenggaraan negara dan pemerintahan yang baik dan benar serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kemajuan TIK dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja pelayanan di bidang kearsipan meliputi pengelolaan arsip sejak tercipta, disimpan, dipelihara sampai dengan dilayankan kepada pengguna (user). Menghadapi era Revolusi Industri 4.0, suatu Instansi dituntut adanya kecepatan dalam pengambilan keputusan ditengah situasi disruptif, sehingga diperlukan ketersediaan arsip yang berisi informasi yang cepat dan tepat. Penyediaan arsip secara cepat dan tepat, tidak lagi dilakukan secara manual, tetapi diperlukan keterampilan mengelola arsip dengan menggunakan teknologi informasi. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan adanya perubahan “mind-set” dan “culture-set” serta pengembangan budaya kerja.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan pada Tahun 2019 melaksanakan kegiatan Pengkajian Bidang Kearsipan dengan tema “Pengelolaan Arsip Berbasis Teknologi Informasi Pada Lembaga Kearsipan Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah”, dengan maksud untuk mengetahui sejauhmana LKD Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pengelolaan arsip berbasis TIK sebagai tuntutan dalam menghadapi era globalisasi dan revolusi industri 4.0. Pada tahun 2019 Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah melaksanakan kajian bidang kearsipan bekerjasama dengan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dalam pengolahan data sampai dengan penyusunan laporan hasil kajian.

Narasumber dan Moderator Sosialisasi Kajian Bidang Kearsipan, terdiri dari :

Kepala Pusat Data Dan Informasi Arsip Nasional RI (Bpk. Widarno, SH. MH);

Tim Kajian dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (Bpk Teguh Wahyono, M.Cs);

Dinas Komunikasi Dan Informatika Provinsi Jawa Tengah (Bpk. Joko Pamungkas).

Dipandu moderator Dr. Alamsyah, M.Hum dari Universitas Diponegoro.

Peserta Sosialisasi, terdiri dari Kepala Lembaga Kearsipan Daerah dan Pejabat Struktural yang membidangi Pengelolaan Arsip Berbasis TI Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah sebanyak 70 orang;

Hasil pelaksanaan Sosialisasi Hasil Kajian Kearsipan diharapkan dapat memperoleh rekomendasi yang dapat dilakukan oleh LKD Kabupaten/Kota dalam melaksanakan pengelolaan arsip berbasis teknologi dan informasi, sesuai dengan perkembangan era globalisasi dan revolusi industri 4.0.

3ec22b5cd7839997639cc38c497ea695

Penyerahan Hadiah Lomba Bidang Kearsipan Dan Perpustakaan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019

Semarang –  Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah telah selesai melakukan kegiatan Lomba Bidang Kearsipan Dan Perpustakaan Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Berikut merupakan pemenang lomba di setiap kategori :

  1. Lomba Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tk. Provinsi Jawa Tengah
    • Juara I : Latifah Wahyuni, A.Md – SMPN 7 Kota Magelang
    • Juara II : Budi Setyono, S.IP – Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap 
    • Juara III : Dicki Agus Nugroho – Universitas Tidar Magelang
    • Harapan I : Triningsih, S.IP – IAIN Surakarta
    • Harapan II : Mukhammad Farid Rohmawantika, S.Sos – Dinas Perpustakaan Dan Arsip Kabupaten Blora
    • Harapan III : Leni Deswita, S.I.Pust – SMKN 2 Purwodadi
  2.  Lomba Penulisan Artikel Populer Tingkat SLTA Tk. Provinsi Jawa Tengah
    • Juara I : Teyaman Satya Riyadi – SMK Negeri 1 Cilacap
    • Juara II : Bunga Pertiwi – SMA Negeri 6 Semarang
    • Juara III : Deksa Alenia Isna – SMA Negeri 1 Boja Kendal
    • Harapan I : Muhammad Addi Syirfan – SMAN 4 Pekalongan
    • Harapan II : Tia Nur Naiska – MAN 2 Wonosobo 
    • Harapan III : Rif’atun Nashihah – SMK Negeri 1 Purwodadi
  3. Lomba Bercerita Bagi Siswa SD/MI Tk Provinsi Jawa Tengah
    • Juara I : Rendy Dwi Aditya – SD Negeri Mondoteko Kabupaten Rembang
    • Juara II : Scarlet Destina Maharani – SD IT AL-IHSAN NGASEM Colomadu Kabupaten Karanganyar
    • Juara III : Arya Barra Setya Armantika – SD Negeri 1 Tegawanuh Kabupaten Temanggung
    • Harapan I : Korynna K – SD Negeri 1 Sambi kabupaten Boyolali
    • Harapan II : Zhara Mulan A – SD Negeri 4 Sokanandi Kabupaten Banjarnegara
    • Harapan III : Mahisa Ayu Fitria Anjani – SD Negeri Tambaksari 02, Kabupaten Cilacap
  4. Lomba Perpustakaan Desa/Kelurahan Tk. Provinsi Jawa Tengah
    • Juara I : Perpustakaan KUCICA Desa Tulakan Kec. Donorojo – Kabupaten Jepara
    • Juara II : Perpustakaan CERAH Desa Wonopringgo Kec. Wonopringgo – Kabupaten Pekalongan
    • Juara III : Perpustakaan AL-ISHLAH Desa Kalitinggar Kidul, Kec. Padamara – Kabupaten Purbalingga
    • Harapan I : Perpustakaan CAHAYA ILMU Desa Karanganyar Kec Patikraja – Kabupaten Banyumas
    • Harapan II : Perpustakaan CEMPAKA Desa Karangkulon Kec. Wonosalam – Kabupaten Demak
    • Harapan III : Perpustakaan NGUDI ILMU Desa MUkiran, Kec. Kaliwungu – Kabupaten Semarang
  5. Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat SLTA Tk. Provinsi Jawa Tengah
    • Juara I : Perpustakaan SMA Negeri 1 Purballingga – Kabupaten Purbalingga
    • Juara II : Perpustakaan SMA Negeri 3 – Kota Salatiga
    • Juara III: Perpustakaan SMA Negeri 1 – Kabupaten Wonogiri
    • Harapan I : Perpustakaan SMA Negeri 1 Gombong – Kabupaten Kebumen
    • Harapan II : Perpustakaan SMA Negeri 1 Ajibarang – Kabupaten Banyumas
    • Harapan III : Perpustakaan SMA Negeri 1 Ngemplak – Kabupaten Boyolali
  6. Lomba Perpustakaan Umum Kabupaten / Kota
    • Juara I : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan – Kota Salatiga
    • Juara II : Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan – Kabupaten Kebumen
    • Juara III : Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan – Kota Surakarta
    • Harapan I : Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan – Kabupaten Wonosobo
    • Harapan II : Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan – Kabupaten Jepara
    • Harapan III : Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan – Kota Magelang
  7. Lomba Lembaga Kearsipan Daerah (LKD) Kabupaten / Kota
    • Juara I : Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Daerah – Kabupaten Wonosobo
    • Juara II : Dinas Perpustakaan  Dan Kearsipan Daerah – Kabupaten Magelang
    • Juara III : Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Daerah – Kabupaten Cilacap
    • Harapan I : Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Daerah – Kabupaten Pekalongan 
    • Harapan II : Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Daerah – Kabupaten Banyumas
    • Harapan III : Dinas Arsip Dan Perpustakaan Daerah – Kabupaten Klaten
  8. Pemilihan Arsiparis Teladan Kategori Keahlian
    • Juara I : Rita Umami, S.ST, Ars – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purworejo
    • Juara II : Rosa Delima NW, S.ST, Ars – Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten Purworejo
    • Juara III : Apriyani, S.Sos – Bappeda Prov. Jateng
    • Harapan I : Sapto Pamungkas, S.A.P – Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten Wonosobo
    • Harapan II : Umi Rohmah, S.Kom – Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap 
    • Harapan III : Agustinus Muning, S.S.A.P – Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Blora 
  9. Lomba Arsiparis Teladan Kategori Ketrampilan
    • Juara I : Krida Tya Yudha, A.Md – Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Purworejo
    • Juara II : Agustina Dwi Krismayanti, A.Md – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Magelang
    • Juara III : Veronica Sri Rejeki, A.Md –  Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten Cilacap
    • Harapan I : Eleonora Windasari Diyaningratri, A.Md – Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten Semarang
    • Harapan II : Dwi Yulia Setiani, A.Md – Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Magelang
    • Harapan III : Ragil Sulistyo Titis Tebriasasi, A.Md – Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten Jepara
7-3

Pesta Rakyat Jawa Tengah 2019 Resmi Dibuka

Wonogiri- Bertempat di Lapangan Giri Krida Bakti, Kabupaten Wonogiri dilaksanakan Kegiatan Pembukaan Pesta Rakyat dalam rangka HUT Jawa Tengah ke 69, Tahun 2019, di Kabupaten Wonogiri dengan tema Ngrumat Bebrayan, Jumat (23/8) pagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo beserta Atiqah Ganjar Pranowo, Wagub Jateng Taj Yasin, Pangdam IV Diponegoro Mayjend Muhammad Effendi, jajaran Forkompinda Wonogiri dan tamu undangan lainnya.

Sambutan Bupati Joko Sutopo menyampaikan salam hormat dari Masyarakat Kabupaten Wonogiri atas kepercayaan Kepada Kabupaten Wonogiri untuk menggelar HUT ke 69 Propinsi Jateng.

Dijelaskannya tema HUT ke 69 Ngrumat Bebrayan ini merupakan satu komitmen bersama untuk menggaungkan semangat kebangsaan kita. Berbangsa dan bernegara satu tugas membangun kebersamaan, menjaga nilai- nilai toleransi, menjaga semangat kerukunan, menjaga kebhinekaan, menghidupkan kembali ideologi berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila.

“Di Kabupaten Wonogiri selama 3 hari kedepan, akan terlaksana kegiatan- kegiatan yang luar biasa, marilah kita sukseskan Pesta Rakyat HUT dengan menjaga keamanan dan ketertiban, berpartisipasi aktif menggirohkan semangat nasionalisme, Kabupaten Wonogiri menjadi ikon Pancasila, Kebhinekaan yang kita perjuangkan,” jelasnya.

Sambutan Gubernur Jateng mengajak tamu undangan dan masyarakat yang hadir bersama- sama mendo’a kan Almarhum KH Mohammad Zubair.

“Saya ucapkan terimakasih kepada bapak bupati yang berkenan menjadi tuan rumah pada acara Pesta Rakyat Jawa Tengah 2019 pada pagi hari ini,” katanya.

“Pada hari ini saya disambut dengan kesenian tari yang unik saya membayangkan jika 1000 peserta pentas seni di mainkan secara bersama maka akan terlihat begitu indah kesenian di jawa tengah khususnya yang berada di Kabupaten Wonogiri,” bebernya.

Ganjar menambahkan tema acara pada pagi hari ini adalah Ngrumat Bebrayan adalah filosofi persatuan dan kesatuan dan semangat gotong-royong masyarakat.

“Kami ucapakan terimakasih kepada pemerintah kabupaten yang hadir memberikan pertunjukan seni pada acara ulang tahun Jateng,” tegasnya.

Selanjutnya rombongan Gubernur Jateng melaksanakan pembukaan Pameran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Propinsi Jateng di Komplek GOR Giri Mandala, Wonogiri.

6

Eksplorasi Budaya Literasi, Pekan Raya Buku Batang Digelar Lebih Inovatif

Untuk menarik minat masyarakat dalam membaca pembukaan Pekan Raya Buku (PRB) Batang digelar lebih meriah.

Pembukaan dimeriahkan dengan pembacaan dongeng cerita anak Timun emas oleh Ketua Tim Penggerak PKK Uni Kuslantasi Wihaji dengan diperankan oleh siswa SDN Kauman 7, serta ditutup dengan pesta kembang api.

“Kalu sekedar pameran buku saya rasa penontonya tidak seramai ini, tapi dikemas dengan pasar raya multi produk sehingga ada daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang pingin membeli produk dan buku,” tutur Bupati Batang Wihaji usai membuka Pekan Raya Buku multi produk 2019 di Jalan Vetaran Batang Selasa, (30/7) malam.

Wihaji mengatakan pekan raya ini tetap menyemangatkan budaya literasi membaca buku yang sudah digelar kedua kali dimana setiap tahun lebih meriah inovatif, kreatif dengan menggandeng satuan pendidikan.

“Dengan melibatkan satuan pendidikan yang menampilkan dongeng cerita dan tarian sangat menarik, karena budaya ini sudah mulai ditinggalkan,” jelasnya.

Menurutnya di Kabupaten Batang literasi dan budaya membaca mulai tumbuh, terutama di satuan pendidikan atau sekolah – sekolah.

“Memang ada beberapa perusahaan yang menyisihkan Corporate Social Responsibility (CSR)nya melakukan pendampingan terhadap literasi di barbagai sekolah dan desa,” ujarnya.

Ia juga menegaskan gerakan satu Aparatur Sipil Negara (ASN) satu buku merupakan contoh kepada masyarakat, karena kalau menyerukan gerakan tanpa memberikan contoh masyarakat sulit untuk meniru.

“Masyarakat sekarang itu cerdas, sehingga harus ada sejarah sukses atau contoh, jangan ngomong saja, maka dari itu kita selaku ASN memberikan contoh yang diharpkan menjadai gerakan tahunan,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Batang Rahmat Nurul Fadilah menjelaskan Pekan Raya ini akan berlangsung selama 7 hari mulai 30 Juli hingga 5 Agustus mendatang.

“Selama pekan raya berlangsung digelar aneka lomba untuk pelajar sekolah, workshop dan mendongeng bersam Bunda Literasi Batang, Festival Dolanan anak,” jelasnya.

Disampaikannya, yang tak kalah menariknya dan dinanti oleh pelaku atau pegiat lietarsi yakni Malam Gemilang Nugra Jasa Dharma Pustaloka 2019, dimana menjadi malam apresiasi untuk masyarakat pegiat literasi di Batang.

“Ada banyak acara menarik yang sudah kami persiapkan, salah satunya Malam Gemilang Nugra Jasa Dharma Pustaloka 2019, dimana menjadi malam apresiasi untuk masyarakat pegiat literasi di Batang shingga diharapkan nantinya semakin banyak masyarakat yang peduli dan mendukung iklim literasi di Batang,” pungkasnya.

(sumber Tribun Jateng)