SEMARANG – Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program dan Kegiatan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022 menjadi simpul penyelarasan implementasi kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan, di Gedung Gradika Bhakti Praja, Semarang baru – baru ini.
Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program/Kegiatan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan merupakan pertemuan rutin tahunan yang diselenggarakan pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dengan maksud membangun sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kab/Kota dalam percepatan pembangunan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan, adapun tujuannya adalah dalam rangka Efektivitas dan efisiensi pelaksanaan implementasi kebijakan pembangunan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan di Provinsi Jawa Tengah, Mendorong inovasi Bidang Perpustakaan dan Kearsipan di Pemerintah Kab/Kota.
Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring) dalam rangka pembatasan jumlah peserta dalam pertemuan (penerapan protokol kesehatan).
Peserta Kegiatan Rakor ini berjumlah = 150 orang, terdiri dari Peserta Luring berjumlah = 85 orang, dari unsur Dinas Kearsipan dan Perpustakaan 35 Kab/Kota, Paguyuban Taman Baca Masyarakat, Penerbit Erlangga dan PT. Aksaramaya. Peserta Daring berjumlah = 65 orang, dari unsur DPRD Provinsi Jawa Tengah, 41 Perangkat Daerah, dan CSR.
Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Jawa Tengah mengumumkan pemenang Lomba Bidang Perpustakaan tingkat Provinsi Jawa Tengah. Lomba yang telah memperoleh pemenang diantaranya kategori Lomba Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota, Perpustakaan Umum (Desa/Kelurahan), Perpustakaan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA, SMK, MA), Bercerita bagi Siswa/i Sekolah Dasar, Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik, penulisan artikel populer siswa sekolah lanjutan tingkat atas. Hal ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan minat baca masyarakat, pengembangan perpustakaan dan budaya baca. Perpustakaan memiliki kontribusi yang cukup besar dalam membangun masyarakatn yang berpengetahuan. Perpustakaan desa/kelurahan memiliki peran sebagai Pusat Ilmu Pengetahuan yang mampu mendorong inovasi dan kreatifitas masyarakat dipedesaan. Berikut pemenang Lomba Bidang Perpustakaan Tingkat Provinsi Jawa Tengah dapat diunduh disini.
Setelah melalui serangkaian proses pemilihan Arsiparis Teladan Nasional, akhirnya Dewan Juri menetapkan para pemenang Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021, Bekasi, 17 Agustus 2021. Penetapan pemenang tersebut dengan memperhatikan Keputusan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 222 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 dan Berita Acara Penilaian Babak Grand Final Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 Nomor: PK.01.02/ 159 /2021 tanggal 17 Agustus 2021.
Berikut para pemenang Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 sebagaimana yang dituangkan dalam Keputusan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 282 Tahun 2021 Tentang Pemenang Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021. Pemenang Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 Kategori Keterampilan. Juara I (satu) diraih oleh Agustina Dwi Krismayanti, S.AP. Arsiparis Mahir dari Provinsi Jawa Tengah. Juara II (dua) Alfu Mahar Syarofi, A.Md. Arsiparis Penyelia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sedangkan Juara III (tiga) diraih oeh Winda Desrah Maini, A.Md., yang merupakan Arsiparis Mahir berasal dari Provinsi Sumatera Barat.
Sedangkan untuk Pemenang Arsiparis Teladan Nasional kategori Keahlian, juara I (satu) diraih Rosa Delima Nilakusuma Wardani, S.ST.Ars., M.M. Arsiparis Ahli Muda, Provinsi Jawa Tengah. Juara II (dua) Rani Pamungkas, S.AP, Arsiparis Ahli Muda, Badan Pengawas Obat dan Makanan. Dan Juara III (tiga) Abid Zusriha Hasan, M.AP., Arsiparis Ahli Muda, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.
Kepada para Pemenang Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional diberikan Plakat, Piagam Penghargaan dan Uang Pembinaan. Plakat, Piagam penghargaan, dan uang pembinaaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala ANRI, Imam Gunarto dan Deputi bidang Pembinaan Kearsipan, Sumrahyadi.
Pada kesempatan ini, Kepala ANRI, Imam Gunarto berharap para Arsiparis Teladan Nasional dapat menjadi agen perubahan dalam penyelenggaraan kearsipan. Imam Gunarto juga berharap agar para arsiparis untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kompetensi serta mengikuti perkembangan teknologi.
Kegiatan Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 sudah dimulai sejak bulan Juni 2021. Sampai dengan batas akhir pendaftaran, jumlah pendaftar Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 sebanyak 51 orang. Dan dari jumlah tersebut, sebanyak 40 orang memenuhi syarat administrasi dan berhak untuk mengikuti babak penyisihan.
Pada Babak Penyisihan Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 dilaksanakan pada akhir bulan Juli 2021, yg diikuti sebanyak 40 orang peserta dengan rincian 26 orang Arsiparis kategori keahlian dan 14 orang arsiparis kategori keterampilan dari 19 Kementerian, Lembaga dan 11 Pemerintah Daerah Provinsi. Dari ke-40 peserta babak penyisihan, dipilih masing-masing 5 orang terbaik dari kategori keahlian dan 5 orang terbaik dari kategori keterampilan.
Pada Babak Grand Final Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 dilaksanakan tanggal 16 Agustus diikuti oleh 10 orang, yang terdiri atas: 5 (lima) orang Arsiparis Kategori Keahlian pewakilan Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan Provinsi Jawa Tengah. Sementara 5 (lima) orang Arsiparis Ketegori Keterampilan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Pusat Statistik, Provinsi Jawa Tengah, dan Provinsi Sumatera Barat.
Setelah dilakukan penilaian FGD, Persentasi dan Wawancara, serta uji panelis, Dewan Juri telah menetapkan Juara 1, 2, dan 3 dari masing-masing kategori. Pemenang Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala ANRI Nomor 282 Tahun 2021 tentang Pemenang Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021. (Dikutip dari Arsip Nasional RI)
Dinas Arpus Jawa Tengah meluncurkan aplikasi LLC (Library Learning Center Jawa Tengah) untuk mempermudah pemustaka saat berada di Perpustakaan Jawa Tengah yang berada di Jalan Sriwijaya No.29A Semarang. Melalui aplikasi ini pemustaka / pengguna perpustakaan dapat dengan mudah menemukan informasi dan layanan apa saja yang terdapat dalam perpustakaan. Aplikasi ini dapat dipasang pada smartphone dengna terlebih dahulu mengunduh pada link berikut bit.ly/LLCJATENGV1
SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah meraih peringkat I Pengawasan Kearsipan Terbaik 2021 kategori Pemerintah Provinsi, dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Penghargaan diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI Tjahjo Kumolo pada Malam Puncak Peringatan Hari Kearsipan ke-50 Tahun 2021, di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, baru-baru ini.
Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jawa Tengah, Sapta Hermawati, Pemprov Jateng meraih total nilai 92,08 dengan predikat “Sangat Memuaskan”. Perolehan tersebut mengungguli Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berada pada posisi kedua, dan Pemprov Jabar pada peringkat ketiga.
“Selain itu ada dua pemerintah daerah kabupaten/ kota di Jateng juga meraih nilai tertinggi, yaitu Kabupaten Kebumen meraih peringkat I dan Kabupaten Magelang meraih peringkat III. Peringkat II diraih oleh Kota Yogyakarta,” ujarnya, saat dihubungi melalui telepon, belum lama ini.
Sapta memaparkan, penerapan teknologi digital menjadi kunci dalam pengelolaan arsip masa kini. Salah satunya dengan menerapkan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Daerah (SIKD).
“SIKD adalah aplikasi yg digunakan utk pengelolaan arsip. Seluruh OPD diharapkan menggunakan aplikasi ini. Mayoritas sudah kami digitalkan,” ujarnya.
Ditambahkan, selain penggunaan teknologi untuk memperbaiki tata kelola kearsipan sesuai standar yang berlalu, ada tiga langkah lagi yang telah dilakukan. Pertama, menyelenggarakan sosialisasi tentang peran dan fungsi arsip bagi kehidupan bermasyarakat, serta pentingnya tertib arsip untuk semua pencipta arsip.
“Selain itu, pemanfaatan media sosial sebagai ajang promosi lembaga kearsipan, serta menciptakan berbagai inovasi supaya masyarakat semakin sadar arsip,” bebernya.
Lebih lanjut, inovasi juga diwujudkan untuk menyediakan layanan kearsipan bagi masyarakat, baik kelompok maupun perorangan. Bahkan, sejak 2009, pihaknya telah menerapkan Aplikasi Arsip Elektronik Masyarakat (Arsip Emas) yang dapat diunduh gratis oleh masyarakat melalui Google Play Store. Aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyimpan dokumen-dokumen pribadinya secara digital.
“Arsip yg tersimpan di Dinas Arpus tidak hanya arsip pemerintah, tetapi juga arsip-arsip bernilai guna sejarah, (yakni) dari ormas (organisasi massa), perusahaan swasta, (dan) perorangan. Arsip yang tertua yang ada pada kami adalah (arsip) tahun 1830-an, yaitu arsip Karesidenan Semarang, kemudian arsip tahun 1908-an yaitu Arsip Pekerjaan Umum masa Kolonial (Tweede Waterstaat te Samarang). Ini menjadi primadona para peneliti,” kata Sapta.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala ANRI M Taufik mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan kepada kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah yang memiliki nilai terbaik dalam pengawasan kearsipan. Penilaian meliputi empat aspek, yakni kebijakan, pembinaan, pengelolaan arsip dinamis, serta sumberdaya kearsipan. Melalui penghargaan tersebut, diharapkan menjadi spirit untuk meningkatkan peran agar kearsipan memberikan manfaat nyata dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Mengusung tema Tahun Emas Kearsipan: Satukan Langkah Mewujudkan Arsip Digital, kegiatan ini menjadi momen emas untuk merangkum pencapaian penyelenggaraan kearsipan sejak tahun 1971, juga sekaligus menjadi momen lepas landas di bidang kearsipan untuk memasuki era digital, dengan tingkat kesiapan yang lebih matang,” tandasnya. Dikutip dari Diskominfo Jateng
Dinas Arpus Jawa Tengah menggelar kursus bagi para anak sekolah di tengah masa pandemi covid-19. Kursus yang terdiri dari mewarnai, menari, bimbel, keterampilan, bahasa inggris dan hafalan al-quran diselenggarakan secara daring. Pesertanya pun beragam, dari Paud, TK, SD, SMP dan Umum. Melalui kursus ini diharapkan dapat membudayakan kepada anak-anak usia sekolah bahwa belajar itu menyenangkan. Dimasa pandemi seperti ini, kursus tersebut dirasa sangat diperlukan untuk mengatasi kebosanan belajar dirumah. Kegiatan kursus ini dilaksanakan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun. Anak – anak cukup mendaftarkan diri melalui link yang telah disediakan oleh panitia. Kursus ini diselenggarakan dengan kerjasama dengan komunitas seni, lembaga pelatihan keterampilan.
Memperingati momen hari Pahlawan tanggal 10 November, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah yang memiliki khazanah arsip statis tekstual, arsip foto, arsip film, arsip kartografi dsb, dari berbagai lembaga di Jawa Tengah menyelenggarakan Pameran Kearsipan Virtual bekerjasama dengan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah. Pameran dengan tema ”Arsip Perjuangan Merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan di Jawa Tengah bertujuan untuk memasyarakatkan arsip sebagai sumber informasi dan rekam jejak sejarah bangsa. Pameran kearsipan virtual selain menyikapi kondisi masa pandemi covid-19, juga menjawab kebutuhan para milenial yang lebih tertarik menikmati informasi dalam bentuk digital. Pameran kearsipan virtual tentang sejarah merebut dan mempertahankan kemerdekaan diharapkan akan menggugah semangat kepahlawanan dan nasionalisme para generasi muda milenial dalam mengisi kemerdekaan. Kepala Dinas Arpus Prov. Jateng menyampaikan Pameran Kearsipan Virtual se Jawa Tengah merupakan bentuk inovasi dan strategi baru Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dalam memanfaatkan arsip sebagai sumber pengetahuan sejarah secara virtual. Hal ini merupakan cara lebih mudah dan efektif dalam mensosialisasikan khazanah arsip kepada masyarakat. Pameran Kearsipan Virtual berlangsung nonstop selama 24 jam mulai tanggal 10 sampai dengan 30 November 2020 melalui pintu utama web Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dengan alamat https://arpusda.jatengprov.go.id, yang dilink-kan dengan web masing-masing kabupaten/kota. Pameran diikuti oleh 31 Lembaga Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yaitu: Kabupaten Purworejo, Rembang, Cilacap, Kebumen, Boyolali, Klaten, Purbalingga, Magelang, Brebes, Demak, Pati, Jepara, Temanggung, Wonogiri, Blora, Kendal, Karanganyar, Semarang, Banyumas, Grobogan, Banjarnegara, Wonosobo, Sragen, Pemalang, Batang, Pekalongan, dan Kota Magelang, Semarang, Salatiga, Surakarta, Pekalongan. Stan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah menampilkan sosok pahlawan pejuang emansipasi wanita R.A. Kartini, Jendral Gatot Subroto yang pernah menjabat Wakasad, Pangsar Jendral Soedirman, Jendral A. Yani, Brigjend Slamet Riyadi, dan film dokumenter. Stand Kabupaten, diantaranya Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Magelang menampilkan arsip foto periode pra kemerdekaan tentang perjuangan Pangeran Diponegoro, dan periode pasca kemerdekaan tentang perjuangan rakyat Magelang; Naskah Sumber Arsip, video Profil Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang serta program unggulan Kabupaten Magelang Penamas. Indikator keberhasilan Pameran Virtual ini adalah banyaknya masyarakat dari berbagai kalangan yang mengunjungi web pameran. Ke depan Pameran Kearsipan Virtual diharapkan bisa lebih menampilkan konten-konten baru tentang arsip sebagai sumber informasi yang menambah ilmu pengetahuan bagi para pelajar untuk lebih mengenal sejarah bangsa. Pameran memberikan penghargaan kepada 3 (tiga) peserta dengan konten terbaik, dan 1 (satu) stand terfavorit yang paling banyak dikunjungi berupa trophy dan piagam kepala Dinas.
Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Pemalang berhasil meraih juara lomba bertutur yang diikuti seluruh pelajar SD sederajat dari seluruh Tanah Air yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Dewan juri terdiri dari Subekti Makdriani (Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional), Kunduri (Pendongeng), Awam (Pendongeng), Roslina Verauli, (Psikolog Anak) dan Ana P Dewiyana (Penulis buku anak). Dewan juri menetapkan ada 12 pemenang. Satu diantaranya Maya Dwi Andini dari SD 02 Cangak Bodeh Pemalang. Dengan judul cerita Kisah Sang Bagalbo Sakti Dari Gua Gunung Wangi dia mendapatkan juara tiga nasional. Maya Dwi Andini menerima piagam penghargaan serta uang pembinaan yang diserahkan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jawa Tengah. “Saya ikut bangga karena ada anak Jateng yang juara tiga. Dari Sabang sampai Merauke, lomba ini diikuti banyak anak dari 34 provinsi, beruntung Jateng juara,” kata Kepala Dinas Arpus Jateng, Prijo Anggoro Budi Raharjo, Selasa (6/10/2020).
Menurutnya, jadi juara bukan merupakan tujuan akhir, tapi jadi pengungkit daya respon serta pengakuan agar bisa mempertahankan juara tersebut di masa mendatang. Pemilihan juara, kata dia, memakai seleksi standar nasional. Artinya, anak- anak Jateng anak-anak yang cerdas, anak yang siap bersaing dengan kompetisi global pada saatnya nanti. Terbukti ada anak yang bertempat tinggal jauh dari perkotaan bisa juara tingkat nasional. Ini semakin menguatkan bahwa kegemaran membaca anak Indonesia itu tinggi serta terus berinovasi. “Arsip dan perpustakaan jadi makanan setiap hari. Karena untuk terbiasa bertutur tentang suatu informasi, anak-anak sudah mencari informasi lebih terlebih dahulu,” ucap pria yang pernah menjabat Camat Somagede Banyumas ini.
Arsip dan buku bisa membuka jendela ilmu pengetahuan, bisa tahu di dunia ini ada apa. “Cerita tentang Kancil Nyolong Timun sekarang tidak terdengar lagi. Cerita itu kalah dengan cerita milenial. Artinya ada pergeseran nilai, dan harus bisa memfilter yang tidak semestinya,” ujarnya. Seperti diketahui, lomba bertutur tersebut diselenggarakan mulai 7 September hingga 10 September. Lomba diadakan secara virtual karena masih dalam masa pandemi. Sementara, Maya mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah, guru pembimbing dan semuanya yang selama ini sudah membimbing dan melatihnya dengan tekun dan sabar. “Terimakasih bapak ibu guru yang sudah melatih Maya sampai seperti ini. Sampai mampu tampil di grand final lomba bertutur tingkat nasional,” ucapnya. Kisah Bagalbo Sakti dari Gunung Wangi yang dibawakan Maya, kata sang guru pembimbing, Lis Ajeng Noviani, berasal dari cerita rakyat Pemalang.
Kisah ini dikutip dari buku yang ada di Perpustakaan Pemalang. Selain karena cerita ini cocok dengan karakter Maya, dalam kisah tersebut, terdapat pesan -pesan moral yang baik, yaitu rela berkorban demi kepentingan banyak orang. “Baru kali ini Maya mengikuti lomba bercerita bahkan sampai menjadi juara pertama di tingkat provinsi dan tiga nasional. Sebelumnya, lomba yang sering diikutinya adalah, puisi, macapat dan menyanyi,” kata Lis. – Tribun Jateng
SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah mencari para pustakawan berprestasi yang nantinya akan menjadi wakil Jateng dalam ajang pemilihan pustakawan berprestasi tingkat nasional. Ajang tersebut dilaksanakan melalui 3 tahap proses yakni tes kognitif, presentasi karya ilmiah dan tes wawancara selama sehari pada tanggal 12 Agustus 2020 di Lantai 4 Gedung A Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Juri Lomba pada ajang kali ini Bapak Itmamudin, SS, MIP selaku Ketua Pengurus Daerah IPI Jawa Tengah, Ibu Sapta Hermawati, SH, MM dan Ibu Dra. Tri Wahyu Harimurti, M.Si dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Para peserta yang mendaftar yakni ada 30 orang terdiri dari Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten/Kota, Perpustakaan Sekolah dan Pustakawan Perguruan Tinggi di Jawa Tengah.
Seleksi tes kognitif akan menentukan peserta untuk maju ke tahap presentasi karya ilmiah dan tes wawancara, hanya 10 orang peserta yang diambil pada tahap ini, tahap terakhir ini yang akan menentukan 6 besar nantinya. Setelah melalui berbagai tahapan dan penilaian, dewan juri menetapkan pemenang pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020
Berdasarkan Berita Acara Penilaian Nomor : 041/4901 tanggal 12 Agustus 2020 Tentang Penilaian Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020 diputuskan sebagai Juara 1 Atin Istiarni, MIP (Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Magelang) dengan nilai 438,5 judul karya ilmiah Traditional Costumes As Libararian Uniform For Work At Public Libraries Of Yogyakarta, Indonesia, juara 2 M. Farid Rohmawantika, S.Sos (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora ) dengan nilai 432 judul karya ilmiah (Strategi Empowermen Literasi Masyarakat) Strtaetgi Inovasi Normal Baru Melalui Pengembangan System Kepustakawanan Dalam Pola Transformasi Layanan Berbasis Inklusi Sosial Dan Management Kelas (Kelompok Literasi) Masyarakat Guna Terbentuk Citra Perpustakaan Sebagai Tempat Belajar Sepanjang Hayat, juara 3 Ifonila Yenianti, S.Pdi, S.IPI dengan nilai 415 judul karya ilmiah Transformasi Pustakawan Dan Layanan Perpustakaan, juara harapan 1 Diana Nugraheni,S.Sos (Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah) dengan nilai 409 judul karya ilmiah Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Melalui Layanan Disabilitas Pada Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosisal Menuju Kualitas Hidup Manusia Yang Sejahtera, juara harapan 2 Budi Setiyono, S.IP (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Cilacap ) dengan nilai 408 judul karya ilmiah Wujud Nyata Pustakawan Berkaya Berbasis Inklusi Sosial Dalam Menyongsong Revolusi Industri 4.0 dan Tatanan Normal baru, juara harapan 3 Elalia Tri Muryanti (Perpustakaan SMAN 3 Salatiga) dengan nilai 403 judul karya ilmiah Optimalisasi Gerakan Literasi Sekolah Melalui Lombok Terasi Di SMAN 3 Salatiga. Para pemenang berhak mendapatkan sertifikat penghargaan, trophy serta uang pembinaan.
Salah satu peserta perwakilan dari Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Magelang, Atin Istiarni, MIP mengatakan, pelaksanaan ajang ini bagus, mekanismenya fear, komposisi juri sudah pas, untuk kedepannya bisa ditambah akademisi atau pegiat literasi. “Saya berharap, melalui ajang ini teman-teman pustakawan yang dari instansi dinas perpustakaan provinsi maupun kab/kota dapat lebih aktif dan berinovasi lagi serta semoga pimpinan perpustakaan dapat mendorong pustakawannya untuk dapat berkarya lebih banyak lagi, sehingga di nasional dapat betul-betul mewakili wajah Jawa Tengah. Besar harapan saya pustakawan-pustakawan baik dari perpustakaan dinas, sekolah, umum, khusus, perguruan tinggi dapat berinovasi dan berkarya dengan lebih variatif serta komunikasi antar pustakawan dapat terjalin dengan baik”, katanya.
Pada kesempatan kali ini, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan, yang mewakili Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah untuk membuka dan menutup acara tersebut, Bapak Drs. Adib Suharto, SIP, MM menyatakan melalui ajang Lomba Pemilihan Pustakawan Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020 ini diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan profesionalisme, kompetensi, motivasi, inovasi dan etos kerja para pustakawan. “Untuk Juara I akan mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional. Semoga Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 di tingkat nasional nanti dapat meraih yang terbaik”, tuturnya.
Dengan begitu berharap, dalam ajang lomba pustakawan berprestasi ini merupakan salah satu sarana apresisasi untuk pengembangan para pustakawan agar memiliki kemampuan skill, khususnya di bidang kepustakawanan sehingga dapat meningkatkan profesionalisme yang diselenggarakan setiap tahun. ( I’id Abror – Pustakawan Dinas Arpus Prov)
SEMARANG- Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perpustakaan DPRD DIY berupaya menyerap berbagai masukan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Senin (24/8/2020). Serapan masukan dari Pemprov Jateng ini untuk melengkapi draf yang sedang disusun. Ketua Pansus Raperda Perpustakaan DPRD DIY, Novida Kartika Hadhi, menuturkan masukan dari berbagai pihak sangat berguna untuk pembahasan draf raperda agar lebih optimal. “Selama ini, DIY kan belum ada Perda soal perpustakaan. Kalau Pergub (peraturan gubernur) malah sudah ada. Kami melihat Jateng seperti apa, kemarin- kemarin kami juga sudah ke Madiun terkait Perda ini seperti apa, nantinya ada yang sekiranya bisa dimasukan dalam perda kami,” jelas Novida. Dinas Arpus Jateng merupakan bagian dari objek raperda ini, sehingga berbagai masukan sangat dibutuhkan. Hal ini dimaksudkan agar ketika perda itu disahkan benar-benar mampu diimplementasikan. Menurutnya, Pansus juga perlu mengetahui berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi perpustakaan di dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya. Termasuk berbagai inovasi dalam rangka memajukan perpustakaan untuk meningkatkan literasi.
Nantinya, kata dia, perda tersebut akan dielaborasikan dengan keistimewaan yang dimiliki DIY. Termasuk pengelolaan naskah- naskah kuno yang banyak di Jogja. “Naskah kuno masih banyak dimiliki secara personel. Dalam pergub juga tidak disebutkan aturannya seperti apa, nantinya itu akan dimasukan juga ke perda ini,” ucapnya. Sementara, Kepala Dinas Arpus Jateng, Prijo Anggoro BR, menuturkan dalam studi banding yang dilakukan dengan protokol kesehatan ketat itu, Pansus DPRD DIY menanyakan sejumlah kendala yang dihadapi perpustakaan masa kini. Digitalisasi merupakan keniscayaan yang harus dilakukan. Perpustakaan DIY akan mengelola naskah kuno, tantangannya yakni mengubahnya menjadi digital. “Perpustakaan DIY itu bagus- bagus. Cuma saat ini belum ada perda-nya. Di sana pustakawan-ny juga banyak, ada 12 untuk lima kabupaten dan kota, sedangkan Jateng 42 orang untuk 35 kabupaten/kota,” terangnya. Mantan Camat Somagede Banyumas ini juga membeberkan perpustakaan yang jelek yakni hanya menyediakan buku, perpustakaan yang bagus menyediakan pelayanan yang baik. Sementara, perpustakaan paling baik, bisa membentuk komunitas- komunitas. Ia bertekad menciptakan suasana seperti itu di perpustakaan. “Semua pertanyaan dari Pansus DPRD DIY terkait perpustakaan sudah saya jawab. Semoga bisa berguna untuk pembentukan perda,” terangnya. Ia menegaskan, perpustakaan dan arsip maju jika kepala daerahnya getol mendukung upaya literasi. Anggoro menyebut Gubernur Ganjar sangat getol agar perpustakaan dan arsip memiliki peran penting dalam kehidupan. Di sisi lain, anggota Pansus Perpustakaan DIY, Ahmad Baihaqy Rais, menanyakan soal sertifikasi pustakawan dan perpustakaan di desa.
Ia juga mengapresiasi langkah kepala Dinas Arpus Jateng yang telah membawa perpustakaan dan kearsipan Jateng maju. “Enyonge kesemsem karo kepala dinase (saya terpesona sama kepala dinasnya). Mudah- mudahan yang baik- baik bisa diterapkan di DIY,” ujar anak politikus senior, Amien Rais ini. (*)