SEMARANG – Jawa Tengah cukup berbangga hati mempunyai kepengurusan Organisasi Profesi yang terus bergerak maju di tengah tengah kesulitan (pandemic covid tidak menyurutkan teman teman pengurus untuk selalu berupaya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi anggotanya.
Terima kasih kepada Bapak Itmammudin, S.S, M.IP yang telah memimpin IPI Jawa Tengah periode 2018 s.d 2022 dan Kepada Ibu Dyah Nugraheni Ketua IPI Terpilih Tahun 2023 s.d 2026 terus melanjutkan hal-hal yang baik dari kepengurusan yang lama dan berinovasi untuk program-program kerja yang baru (program program yang bermanfaat bagi anggota dan lembaga perpustakaan).
JAKARTA – Dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bidang Perpustakaan pada tanggal 29 dan 30 Maret 2022. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah meraih penganugerahan Nilai Tingka Kegemaran Membaca ( TGM ) tertinggi dari target nasional 59.3 capaian Jawa Tengah 68.3 Disampaikan secara langsung ke kepala.Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Edy Supriyanta, ATD, SH, MM.
SEMARANG – Kegiatan Rapat Koordinasi Peran Perpustakaan Desa Sebagai Layanan Informasi Utama Masyarakat Desa deangan tema ” Mencegah Radikalisme dan Terorisme Melalui Perpustakaan Desa ” berlangsung pada 9 Maret 2022 bertempat di Gedung Gradika Bhakti Praja. Dalam acara ini hadir dr. Yulianto Plh. Sekda Provinsi Jawa Tengah serta narasumber – narasumber dari Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Disperakim dukcapil Provinsi Jawa Tengah, dan Pustakawan Ahli Utama Provinsi Jawa Tengah. Turut hadir Kepala Desa se Jawa Tengah.
Maksud dari Kegiatan Webinar Mencegah Radikalisme dan Terorisme Melalui Perpustakaan Desa adalah memberikan wadah kepada Pemerintahan Desa tentang pentingnya penguatan literasi bagi masyarakat.
Tujuan dari kegiatan Webinar Mencegah Radikalisme dan Terorisme Melalui Perpustakaan Desa adalah menumbuh kembangkan cinta NKRI melalui peran perpustakaan desa, menangkal berita hoax di era digital, memotivasi peserta dalam mengembangkan perpustakaan desa di Jawa Tengah.
Kepala Dinas Arpus Provinsi Jawa Tengah menyampaikan ” bahwa Jumlah Perpustakaan Desa Di Jawa Tengah baru mencapai 3.905 (data tahun 2020) dari 8.559 Desa/Kelurahan di Jawa Tengah, baru sekitar 40 %, semoga dengan pertemuan ini dapat mendorong percepatan pertumbuhan Perpustakaan Desa di Jawa Tengah “
Saat ini Perpustakaan telah bertransformasi, melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, program ini mendorong perpustakaan sebagai tempat berkegiatan bagi masyarakat, mengubah paradigma bahwa perpustakaan tidak sekedar untuk tempat membaca dan meminjam buku, namun peran perpustakaan lebih pada penguatan literasi bagi masyarakat.
Dengan membaca buku + akses internet + pelatihan, masyarakat dapat meningkatkan potensinya, sehingga muncul ide-ide baru yang dapat bermanfaat untuk pengembangan diri.
Sudah banyak manfaat yang dirasakan masyarakat melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, seperti di Perpustakaan Desa Ngablak Kabupaten Magelang dengan bubuk kopi biji salak, Perpustakaan Desa Puro mengubah Ibu Nanik dari TKW menjadi pengusaha kripik pare dan sebagainya.
SEMARANG – Pelaksanaan Forum Perangkat Daerah untuk membangun sinergisitas dalam perencanaan di Bidang Kearsipan & Perpustakaan serta untuk menggali ide – ide, saran dan usulan dari berbagai pemangku kepentingan dalam rangka menyusun perencanaan kerja & anggaran di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah untuk Tahun Anggaran 2023.
SEMARANG – Pelaksanaan Webinar yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Pepustakaan Provinsi Jawa Tengah dengan Tema “LAWAN HOAX DAN LITERASI PELAJAR. Webinar ini berlangsung secara online dan offline yang bertempat di Gedung Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah yang dihadiri Mahasiswa, SMA / SMK, dan SD.
Bapak Dr. Ir. Dwi Eko Waluyo, MM Selaku Narasumber yang akan memberikan pemahaman kepada kita semua tentang pentingnya sadar berliterasi agar mampu berfikir kritis, kreatif dan inovatif sehingga bisa memutus derasnya peredaran berita hoax, hate speech, dan radikalisme. Kawula muda memang menjadi sasaran empuk apalagi di era derasnya penggunaan media social yang mana pengguna terbanyak adalah para generasi muda ini.
Pada kesempatan kali ini Bapak Gubernur H. Ganjar Pranowo hadir secara online untuk memberikan motivasi dan arahan kepada adik-adik pelajar mahasiswa dan kita semua yang mengikuti webinar kali ini.
Pentingnya sadar berliterasi melalui arsip yang menjadi sumber informasi sebagai identitas dan jati diri bangsa, pendidikan karakter, serta berperan dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme. Kita juga bisa memanfaatkan bahan bacaan yang tersedia di perpustakaan agar tercipta masyarakat yang kritis dan berwawasan luas dalam mencari informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan hidupnya sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang
Setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta dan pemustaka dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang bermanfaat sehingga budaya literasi masyarakat Jawa Tengah pada khususnya dan Indonesia pada umumnya bisa meningkat
SEMARANG – Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program dan Kegiatan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022 menjadi simpul penyelarasan implementasi kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam rangka pencapaian sasaran pembangunan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan, di Gedung Gradika Bhakti Praja, Semarang baru – baru ini.
Rapat Koordinasi Sinkronisasi Program/Kegiatan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan merupakan pertemuan rutin tahunan yang diselenggarakan pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dengan maksud membangun sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kab/Kota dalam percepatan pembangunan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan, adapun tujuannya adalah dalam rangka Efektivitas dan efisiensi pelaksanaan implementasi kebijakan pembangunan Bidang Perpustakaan dan Kearsipan di Provinsi Jawa Tengah, Mendorong inovasi Bidang Perpustakaan dan Kearsipan di Pemerintah Kab/Kota.
Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara hybrid (daring dan luring) dalam rangka pembatasan jumlah peserta dalam pertemuan (penerapan protokol kesehatan).
Peserta Kegiatan Rakor ini berjumlah = 150 orang, terdiri dari Peserta Luring berjumlah = 85 orang, dari unsur Dinas Kearsipan dan Perpustakaan 35 Kab/Kota, Paguyuban Taman Baca Masyarakat, Penerbit Erlangga dan PT. Aksaramaya. Peserta Daring berjumlah = 65 orang, dari unsur DPRD Provinsi Jawa Tengah, 41 Perangkat Daerah, dan CSR.
Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Jawa Tengah mengumumkan pemenang Lomba Bidang Perpustakaan tingkat Provinsi Jawa Tengah. Lomba yang telah memperoleh pemenang diantaranya kategori Lomba Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota, Perpustakaan Umum (Desa/Kelurahan), Perpustakaan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SMA, SMK, MA), Bercerita bagi Siswa/i Sekolah Dasar, Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik, penulisan artikel populer siswa sekolah lanjutan tingkat atas. Hal ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan minat baca masyarakat, pengembangan perpustakaan dan budaya baca. Perpustakaan memiliki kontribusi yang cukup besar dalam membangun masyarakatn yang berpengetahuan. Perpustakaan desa/kelurahan memiliki peran sebagai Pusat Ilmu Pengetahuan yang mampu mendorong inovasi dan kreatifitas masyarakat dipedesaan. Berikut pemenang Lomba Bidang Perpustakaan Tingkat Provinsi Jawa Tengah dapat diunduh disini.
Setelah melalui serangkaian proses pemilihan Arsiparis Teladan Nasional, akhirnya Dewan Juri menetapkan para pemenang Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021, Bekasi, 17 Agustus 2021. Penetapan pemenang tersebut dengan memperhatikan Keputusan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 222 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 dan Berita Acara Penilaian Babak Grand Final Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 Nomor: PK.01.02/ 159 /2021 tanggal 17 Agustus 2021.
Berikut para pemenang Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 sebagaimana yang dituangkan dalam Keputusan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 282 Tahun 2021 Tentang Pemenang Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021. Pemenang Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 Kategori Keterampilan. Juara I (satu) diraih oleh Agustina Dwi Krismayanti, S.AP. Arsiparis Mahir dari Provinsi Jawa Tengah. Juara II (dua) Alfu Mahar Syarofi, A.Md. Arsiparis Penyelia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sedangkan Juara III (tiga) diraih oeh Winda Desrah Maini, A.Md., yang merupakan Arsiparis Mahir berasal dari Provinsi Sumatera Barat.
Sedangkan untuk Pemenang Arsiparis Teladan Nasional kategori Keahlian, juara I (satu) diraih Rosa Delima Nilakusuma Wardani, S.ST.Ars., M.M. Arsiparis Ahli Muda, Provinsi Jawa Tengah. Juara II (dua) Rani Pamungkas, S.AP, Arsiparis Ahli Muda, Badan Pengawas Obat dan Makanan. Dan Juara III (tiga) Abid Zusriha Hasan, M.AP., Arsiparis Ahli Muda, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.
Kepada para Pemenang Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional diberikan Plakat, Piagam Penghargaan dan Uang Pembinaan. Plakat, Piagam penghargaan, dan uang pembinaaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala ANRI, Imam Gunarto dan Deputi bidang Pembinaan Kearsipan, Sumrahyadi.
Pada kesempatan ini, Kepala ANRI, Imam Gunarto berharap para Arsiparis Teladan Nasional dapat menjadi agen perubahan dalam penyelenggaraan kearsipan. Imam Gunarto juga berharap agar para arsiparis untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kompetensi serta mengikuti perkembangan teknologi.
Kegiatan Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 sudah dimulai sejak bulan Juni 2021. Sampai dengan batas akhir pendaftaran, jumlah pendaftar Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 sebanyak 51 orang. Dan dari jumlah tersebut, sebanyak 40 orang memenuhi syarat administrasi dan berhak untuk mengikuti babak penyisihan.
Pada Babak Penyisihan Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 dilaksanakan pada akhir bulan Juli 2021, yg diikuti sebanyak 40 orang peserta dengan rincian 26 orang Arsiparis kategori keahlian dan 14 orang arsiparis kategori keterampilan dari 19 Kementerian, Lembaga dan 11 Pemerintah Daerah Provinsi. Dari ke-40 peserta babak penyisihan, dipilih masing-masing 5 orang terbaik dari kategori keahlian dan 5 orang terbaik dari kategori keterampilan.
Pada Babak Grand Final Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 dilaksanakan tanggal 16 Agustus diikuti oleh 10 orang, yang terdiri atas: 5 (lima) orang Arsiparis Kategori Keahlian pewakilan Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, dan Provinsi Jawa Tengah. Sementara 5 (lima) orang Arsiparis Ketegori Keterampilan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Badan Pusat Statistik, Provinsi Jawa Tengah, dan Provinsi Sumatera Barat.
Setelah dilakukan penilaian FGD, Persentasi dan Wawancara, serta uji panelis, Dewan Juri telah menetapkan Juara 1, 2, dan 3 dari masing-masing kategori. Pemenang Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021 yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala ANRI Nomor 282 Tahun 2021 tentang Pemenang Pemilihan Arsiparis Teladan Nasional Tahun 2021. (Dikutip dari Arsip Nasional RI)
Dinas Arpus Jawa Tengah meluncurkan aplikasi LLC (Library Learning Center Jawa Tengah) untuk mempermudah pemustaka saat berada di Perpustakaan Jawa Tengah yang berada di Jalan Sriwijaya No.29A Semarang. Melalui aplikasi ini pemustaka / pengguna perpustakaan dapat dengan mudah menemukan informasi dan layanan apa saja yang terdapat dalam perpustakaan. Aplikasi ini dapat dipasang pada smartphone dengna terlebih dahulu mengunduh pada link berikut bit.ly/LLCJATENGV1
SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah meraih peringkat I Pengawasan Kearsipan Terbaik 2021 kategori Pemerintah Provinsi, dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Penghargaan diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI Tjahjo Kumolo pada Malam Puncak Peringatan Hari Kearsipan ke-50 Tahun 2021, di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, baru-baru ini.
Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jawa Tengah, Sapta Hermawati, Pemprov Jateng meraih total nilai 92,08 dengan predikat “Sangat Memuaskan”. Perolehan tersebut mengungguli Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berada pada posisi kedua, dan Pemprov Jabar pada peringkat ketiga.
“Selain itu ada dua pemerintah daerah kabupaten/ kota di Jateng juga meraih nilai tertinggi, yaitu Kabupaten Kebumen meraih peringkat I dan Kabupaten Magelang meraih peringkat III. Peringkat II diraih oleh Kota Yogyakarta,” ujarnya, saat dihubungi melalui telepon, belum lama ini.
Sapta memaparkan, penerapan teknologi digital menjadi kunci dalam pengelolaan arsip masa kini. Salah satunya dengan menerapkan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Daerah (SIKD).
“SIKD adalah aplikasi yg digunakan utk pengelolaan arsip. Seluruh OPD diharapkan menggunakan aplikasi ini. Mayoritas sudah kami digitalkan,” ujarnya.
Ditambahkan, selain penggunaan teknologi untuk memperbaiki tata kelola kearsipan sesuai standar yang berlalu, ada tiga langkah lagi yang telah dilakukan. Pertama, menyelenggarakan sosialisasi tentang peran dan fungsi arsip bagi kehidupan bermasyarakat, serta pentingnya tertib arsip untuk semua pencipta arsip.
“Selain itu, pemanfaatan media sosial sebagai ajang promosi lembaga kearsipan, serta menciptakan berbagai inovasi supaya masyarakat semakin sadar arsip,” bebernya.
Lebih lanjut, inovasi juga diwujudkan untuk menyediakan layanan kearsipan bagi masyarakat, baik kelompok maupun perorangan. Bahkan, sejak 2009, pihaknya telah menerapkan Aplikasi Arsip Elektronik Masyarakat (Arsip Emas) yang dapat diunduh gratis oleh masyarakat melalui Google Play Store. Aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyimpan dokumen-dokumen pribadinya secara digital.
“Arsip yg tersimpan di Dinas Arpus tidak hanya arsip pemerintah, tetapi juga arsip-arsip bernilai guna sejarah, (yakni) dari ormas (organisasi massa), perusahaan swasta, (dan) perorangan. Arsip yang tertua yang ada pada kami adalah (arsip) tahun 1830-an, yaitu arsip Karesidenan Semarang, kemudian arsip tahun 1908-an yaitu Arsip Pekerjaan Umum masa Kolonial (Tweede Waterstaat te Samarang). Ini menjadi primadona para peneliti,” kata Sapta.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala ANRI M Taufik mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan kepada kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah yang memiliki nilai terbaik dalam pengawasan kearsipan. Penilaian meliputi empat aspek, yakni kebijakan, pembinaan, pengelolaan arsip dinamis, serta sumberdaya kearsipan. Melalui penghargaan tersebut, diharapkan menjadi spirit untuk meningkatkan peran agar kearsipan memberikan manfaat nyata dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Mengusung tema Tahun Emas Kearsipan: Satukan Langkah Mewujudkan Arsip Digital, kegiatan ini menjadi momen emas untuk merangkum pencapaian penyelenggaraan kearsipan sejak tahun 1971, juga sekaligus menjadi momen lepas landas di bidang kearsipan untuk memasuki era digital, dengan tingkat kesiapan yang lebih matang,” tandasnya. Dikutip dari Diskominfo Jateng