51b6acc76918225200869a677fb3b0bf

Optimalkan Teknologi Digital, Jateng Raih Peringat I Nasional Pengawasan Kearsipan

SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah meraih peringkat I Pengawasan Kearsipan Terbaik 2021 kategori Pemerintah Provinsi, dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Penghargaan diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI Tjahjo Kumolo pada Malam Puncak Peringatan Hari Kearsipan ke-50 Tahun 2021, di Gedung Arsip Nasional, Jakarta, baru-baru ini.

Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jawa Tengah, Sapta Hermawati, Pemprov Jateng meraih total nilai 92,08 dengan predikat “Sangat Memuaskan”. Perolehan tersebut mengungguli Pemprov Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berada pada posisi kedua,  dan Pemprov Jabar pada peringkat ketiga.

“Selain itu ada dua pemerintah daerah kabupaten/ kota di Jateng juga meraih nilai tertinggi, yaitu Kabupaten Kebumen meraih peringkat I dan Kabupaten Magelang meraih peringkat III. Peringkat II diraih oleh Kota Yogyakarta,” ujarnya, saat dihubungi melalui telepon, belum lama ini.

Sapta memaparkan, penerapan teknologi digital menjadi kunci dalam pengelolaan arsip masa kini. Salah satunya dengan menerapkan aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Daerah (SIKD).

“SIKD adalah aplikasi yg digunakan utk pengelolaan arsip. Seluruh OPD diharapkan menggunakan aplikasi ini. Mayoritas sudah kami digitalkan,” ujarnya.

Ditambahkan, selain penggunaan teknologi untuk memperbaiki tata kelola kearsipan sesuai standar yang berlalu, ada tiga langkah lagi yang telah dilakukan. Pertama, menyelenggarakan sosialisasi tentang peran dan fungsi arsip bagi kehidupan bermasyarakat, serta pentingnya tertib arsip untuk semua pencipta arsip.

“Selain itu, pemanfaatan media sosial sebagai ajang promosi lembaga kearsipan, serta menciptakan berbagai inovasi supaya masyarakat semakin sadar arsip,” bebernya.

Lebih lanjut, inovasi juga diwujudkan untuk menyediakan layanan kearsipan bagi masyarakat, baik kelompok maupun perorangan. Bahkan, sejak 2009, pihaknya telah menerapkan Aplikasi Arsip Elektronik Masyarakat (Arsip Emas) yang dapat diunduh gratis oleh masyarakat melalui Google Play Store. Aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyimpan dokumen-dokumen pribadinya secara digital.

“Arsip yg tersimpan di Dinas Arpus tidak hanya arsip pemerintah, tetapi juga arsip-arsip bernilai guna sejarah, (yakni) dari ormas (organisasi massa), perusahaan swasta, (dan) perorangan. Arsip yang tertua yang ada pada kami adalah (arsip) tahun 1830-an, yaitu arsip Karesidenan Semarang, kemudian arsip tahun 1908-an yaitu Arsip Pekerjaan Umum masa Kolonial (Tweede Waterstaat te Samarang). Ini menjadi primadona para peneliti,” kata Sapta.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala ANRI M Taufik mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan kepada kementerian, lembaga maupun pemerintah daerah yang memiliki nilai terbaik dalam pengawasan kearsipan. Penilaian meliputi empat aspek, yakni kebijakan, pembinaan, pengelolaan arsip dinamis, serta sumberdaya kearsipan. Melalui penghargaan tersebut, diharapkan menjadi spirit untuk meningkatkan peran agar kearsipan memberikan manfaat nyata dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Mengusung tema Tahun Emas Kearsipan: Satukan Langkah Mewujudkan Arsip Digital, kegiatan ini menjadi momen emas untuk merangkum pencapaian penyelenggaraan kearsipan sejak tahun 1971, juga sekaligus menjadi momen lepas landas di bidang kearsipan untuk memasuki era digital, dengan tingkat kesiapan yang lebih matang,” tandasnya. Dikutip dari Diskominfo Jateng

5d1f0a617bfd710cc92c7ef0020c379c

Tingkatkan indeks literasi melalui kursus saat pandemi

Dinas Arpus Jawa Tengah menggelar kursus bagi para anak sekolah di tengah masa pandemi covid-19. Kursus yang terdiri dari mewarnai, menari, bimbel, keterampilan, bahasa inggris dan hafalan al-quran diselenggarakan secara daring. Pesertanya pun beragam, dari Paud, TK, SD, SMP dan Umum. Melalui kursus ini diharapkan dapat membudayakan kepada anak-anak usia sekolah bahwa belajar itu menyenangkan. Dimasa pandemi seperti ini, kursus tersebut dirasa sangat diperlukan untuk mengatasi kebosanan belajar dirumah. Kegiatan kursus ini dilaksanakan secara gratis tanpa dipungut biaya apapun. Anak – anak cukup mendaftarkan diri melalui link yang telah  disediakan oleh panitia. Kursus ini diselenggarakan dengan kerjasama dengan komunitas seni, lembaga pelatihan keterampilan.

5b16e54bb19f8b0197d507bc105b4b22

Peringati Hari Pahlawan, Dinas Arpus Jawa Tengah Meresmikan Pameran Arsip Virtual

Memperingati momen hari Pahlawan tanggal 10 November, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah yang memiliki khazanah arsip statis tekstual, arsip foto, arsip film, arsip kartografi dsb, dari berbagai lembaga di Jawa Tengah menyelenggarakan Pameran Kearsipan Virtual  bekerjasama dengan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.
Pameran dengan tema ”Arsip Perjuangan Merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan di Jawa Tengah bertujuan untuk memasyarakatkan arsip sebagai sumber informasi dan rekam jejak sejarah bangsa. Pameran kearsipan virtual selain menyikapi kondisi masa pandemi covid-19, juga menjawab kebutuhan para milenial yang lebih tertarik menikmati informasi dalam bentuk digital. Pameran kearsipan virtual tentang sejarah merebut dan mempertahankan kemerdekaan diharapkan akan menggugah semangat kepahlawanan dan nasionalisme para generasi muda milenial dalam mengisi kemerdekaan.
Kepala Dinas Arpus Prov. Jateng menyampaikan Pameran Kearsipan Virtual se Jawa Tengah merupakan bentuk inovasi dan strategi baru Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dalam memanfaatkan arsip sebagai sumber pengetahuan sejarah secara virtual. Hal ini merupakan cara lebih mudah dan efektif dalam mensosialisasikan khazanah arsip kepada masyarakat.
Pameran Kearsipan Virtual berlangsung nonstop selama 24 jam mulai tanggal 10 sampai dengan 30 November 2020 melalui pintu utama web Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah dengan alamat  https://arpusda.jatengprov.go.id, yang dilink-kan dengan web masing-masing kabupaten/kota. Pameran diikuti oleh 31 Lembaga Kearsipan Dan Perpustakaan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah yaitu: Kabupaten Purworejo, Rembang, Cilacap, Kebumen, Boyolali, Klaten, Purbalingga, Magelang, Brebes, Demak, Pati, Jepara, Temanggung, Wonogiri, Blora, Kendal, Karanganyar, Semarang, Banyumas, Grobogan,  Banjarnegara, Wonosobo, Sragen, Pemalang, Batang, Pekalongan, dan Kota Magelang, Semarang, Salatiga, Surakarta, Pekalongan.
Stan Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah menampilkan sosok pahlawan pejuang emansipasi wanita R.A. Kartini, Jendral Gatot Subroto yang pernah menjabat Wakasad, Pangsar Jendral Soedirman, Jendral A. Yani, Brigjend Slamet Riyadi, dan film dokumenter.
Stand Kabupaten, diantaranya Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Magelang menampilkan arsip foto periode pra kemerdekaan tentang perjuangan Pangeran Diponegoro, dan periode pasca kemerdekaan tentang perjuangan rakyat Magelang; Naskah Sumber Arsip, video Profil Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang serta program unggulan Kabupaten Magelang Penamas.
Indikator keberhasilan Pameran Virtual ini adalah banyaknya masyarakat dari berbagai kalangan yang mengunjungi web pameran.  Ke depan Pameran Kearsipan Virtual diharapkan bisa lebih menampilkan konten-konten baru tentang arsip sebagai sumber informasi yang menambah ilmu pengetahuan bagi para pelajar untuk lebih mengenal sejarah bangsa.
Pameran memberikan penghargaan kepada 3 (tiga) peserta dengan konten terbaik, dan 1 (satu) stand terfavorit yang paling banyak dikunjungi berupa trophy dan piagam kepala Dinas.

ece121380d966fde8858e29e6e6fe6f9

Seorang Siswi Sekolah Dasar (sd) Kabupaten Pemalang Berhasil Meraih Juara Lomba Bertutur

Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Pemalang berhasil meraih juara lomba bertutur yang diikuti seluruh pelajar SD sederajat dari seluruh Tanah Air yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional (Perpusnas). Dewan juri terdiri dari Subekti Makdriani (Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional), Kunduri (Pendongeng), Awam (Pendongeng), Roslina Verauli, (Psikolog Anak) dan Ana P Dewiyana (Penulis buku anak). Dewan juri menetapkan ada 12 pemenang. Satu diantaranya Maya Dwi Andini dari SD 02 Cangak Bodeh Pemalang. Dengan judul cerita Kisah Sang Bagalbo Sakti Dari Gua Gunung Wangi dia mendapatkan juara tiga nasional. Maya Dwi Andini menerima piagam penghargaan serta uang pembinaan yang diserahkan melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Provinsi Jawa Tengah. “Saya ikut bangga karena ada anak Jateng yang juara tiga. Dari Sabang sampai Merauke, lomba ini diikuti banyak anak dari 34 provinsi, beruntung Jateng juara,” kata Kepala Dinas Arpus Jateng, Prijo Anggoro Budi Raharjo, Selasa (6/10/2020).

Menurutnya, jadi juara bukan merupakan tujuan akhir, tapi jadi pengungkit daya respon serta pengakuan agar bisa mempertahankan juara tersebut di masa mendatang. Pemilihan juara, kata dia, memakai seleksi standar nasional. Artinya, anak- anak Jateng anak-anak yang cerdas, anak yang siap bersaing dengan kompetisi global pada saatnya nanti. Terbukti ada anak yang bertempat tinggal jauh dari perkotaan bisa juara tingkat nasional. Ini semakin menguatkan bahwa kegemaran membaca anak Indonesia itu tinggi serta terus berinovasi. “Arsip dan perpustakaan jadi makanan setiap hari. Karena untuk terbiasa bertutur tentang suatu informasi, anak-anak sudah mencari informasi lebih terlebih dahulu,” ucap pria yang pernah menjabat Camat Somagede Banyumas ini.

Arsip dan buku bisa membuka jendela ilmu pengetahuan, bisa tahu di dunia ini ada apa. “Cerita tentang Kancil Nyolong Timun sekarang tidak terdengar lagi. Cerita itu kalah dengan cerita milenial. Artinya ada pergeseran nilai, dan harus bisa memfilter yang tidak semestinya,” ujarnya. Seperti diketahui, lomba bertutur tersebut diselenggarakan mulai 7 September hingga 10 September. Lomba diadakan secara virtual karena masih dalam masa pandemi. Sementara, Maya mengucapkan terimakasih kepada kepala sekolah, guru pembimbing dan semuanya yang selama ini sudah membimbing dan melatihnya dengan tekun dan sabar. “Terimakasih bapak ibu guru yang sudah melatih Maya sampai seperti ini. Sampai mampu tampil di grand final lomba bertutur tingkat nasional,” ucapnya. Kisah Bagalbo Sakti dari Gunung Wangi yang dibawakan Maya, kata sang guru pembimbing, Lis Ajeng Noviani, berasal dari cerita rakyat Pemalang.

Kisah ini dikutip dari buku yang ada di Perpustakaan Pemalang. Selain karena cerita ini cocok dengan karakter Maya, dalam kisah tersebut, terdapat pesan -pesan moral yang baik, yaitu rela berkorban demi kepentingan banyak orang. “Baru kali ini Maya mengikuti lomba bercerita bahkan sampai menjadi juara pertama di tingkat provinsi dan tiga nasional. Sebelumnya, lomba yang sering diikutinya adalah, puisi, macapat dan menyanyi,” kata Lis. – Tribun Jateng

7f57aeaa3a7d028d4052e8b8a64faa67

Jateng Bertekad Meraih Prestasi Pustakawan Terbaik Nasional

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah mencari para pustakawan berprestasi yang nantinya akan menjadi wakil Jateng dalam ajang pemilihan pustakawan berprestasi tingkat nasional. Ajang  tersebut dilaksanakan melalui 3 tahap proses yakni tes kognitif, presentasi karya ilmiah  dan  tes wawancara selama sehari pada tanggal  12 Agustus 2020 di Lantai 4 Gedung A Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Juri Lomba pada ajang kali ini Bapak Itmamudin, SS, MIP  selaku Ketua Pengurus Daerah IPI Jawa Tengah, Ibu Sapta Hermawati, SH, MM dan Ibu Dra. Tri Wahyu Harimurti, M.Si dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah. Para peserta yang mendaftar yakni ada 30 orang terdiri dari Pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten/Kota, Perpustakaan Sekolah  dan Pustakawan Perguruan Tinggi di Jawa Tengah.

Seleksi tes kognitif akan menentukan peserta untuk maju ke tahap presentasi karya ilmiah  dan  tes wawancara, hanya 10 orang peserta yang diambil pada tahap ini,  tahap terakhir ini yang akan menentukan 6 besar nantinya. Setelah melalui berbagai tahapan dan penilaian, dewan juri menetapkan pemenang pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020

Berdasarkan Berita Acara Penilaian Nomor : 041/4901 tanggal 12 Agustus 2020  Tentang Penilaian Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020 diputuskan sebagai Juara 1 Atin Istiarni, MIP (Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Magelang) dengan nilai 438,5 judul karya ilmiah Traditional Costumes As Libararian Uniform For Work At Public Libraries Of Yogyakarta, Indonesia, juara 2 M. Farid Rohmawantika, S.Sos (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blora ) dengan nilai 432 judul karya ilmiah (Strategi Empowermen Literasi Masyarakat) Strtaetgi Inovasi Normal Baru Melalui Pengembangan System Kepustakawanan Dalam Pola Transformasi Layanan Berbasis Inklusi Sosial Dan Management Kelas  (Kelompok Literasi) Masyarakat Guna Terbentuk Citra Perpustakaan Sebagai Tempat Belajar Sepanjang Hayat, juara 3 Ifonila Yenianti, S.Pdi, S.IPI dengan nilai 415 judul karya ilmiah Transformasi Pustakawan Dan Layanan Perpustakaan, juara harapan 1 Diana Nugraheni,S.Sos (Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah) dengan nilai 409 judul karya ilmiah Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Melalui Layanan Disabilitas Pada Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosisal Menuju Kualitas Hidup Manusia Yang Sejahtera, juara harapan 2 Budi Setiyono, S.IP (Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten  Cilacap ) dengan nilai 408 judul karya ilmiah Wujud Nyata Pustakawan Berkaya Berbasis Inklusi Sosial Dalam Menyongsong Revolusi Industri 4.0 dan Tatanan Normal baru, juara harapan 3 Elalia Tri Muryanti (Perpustakaan SMAN 3  Salatiga) dengan nilai 403 judul karya ilmiah Optimalisasi Gerakan Literasi Sekolah Melalui Lombok Terasi Di SMAN 3 Salatiga. Para pemenang berhak mendapatkan sertifikat penghargaan, trophy serta uang pembinaan.

Salah satu peserta perwakilan dari Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Magelang, Atin Istiarni, MIP mengatakan, pelaksanaan ajang ini bagus, mekanismenya fear, komposisi juri sudah pas, untuk kedepannya bisa ditambah akademisi atau pegiat literasi. “Saya berharap, melalui ajang ini teman-teman pustakawan yang dari instansi dinas perpustakaan provinsi maupun kab/kota dapat lebih aktif dan berinovasi lagi serta semoga pimpinan perpustakaan dapat mendorong pustakawannya untuk dapat berkarya lebih banyak lagi, sehingga di nasional dapat betul-betul mewakili wajah Jawa Tengah. Besar harapan saya pustakawan-pustakawan  baik  dari perpustakaan dinas, sekolah, umum, khusus,  perguruan tinggi dapat berinovasi dan berkarya dengan lebih variatif serta komunikasi antar pustakawan dapat terjalin dengan baik”, katanya.

Pada kesempatan kali ini, Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan, yang mewakili Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah untuk membuka dan menutup acara tersebut, Bapak Drs. Adib Suharto, SIP, MM menyatakan melalui ajang Lomba Pemilihan Pustakawan Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2020 ini diharapkan dapat mengembangkan dan meningkatkan profesionalisme, kompetensi, motivasi, inovasi dan etos kerja para pustakawan. “Untuk Juara I akan mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional. Semoga Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 di tingkat nasional nanti dapat meraih yang terbaik”, tuturnya.

Dengan begitu berharap, dalam ajang lomba  pustakawan berprestasi ini merupakan  salah satu sarana  apresisasi untuk pengembangan para pustakawan agar memiliki kemampuan skill, khususnya di bidang kepustakawanan sehingga dapat meningkatkan profesionalisme yang diselenggarakan setiap tahun. I’id Abror – Pustakawan Dinas Arpus Prov)

cefebf2b935448e0a12d838b91488c7c

Siapkan Perda Perpustakaan, DPRD DIY Serap Masukan dari Arpusda Jateng

SEMARANG- Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perpustakaan DPRD DIY berupaya menyerap berbagai masukan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Senin (24/8/2020).
Serapan masukan dari Pemprov Jateng ini untuk melengkapi draf yang sedang disusun.
Ketua Pansus Raperda Perpustakaan DPRD DIY, Novida Kartika Hadhi, menuturkan masukan dari berbagai pihak sangat berguna untuk pembahasan draf raperda agar lebih optimal.
“Selama ini, DIY kan belum ada Perda soal perpustakaan. Kalau Pergub (peraturan gubernur) malah sudah ada. Kami melihat Jateng seperti apa, kemarin- kemarin kami juga sudah ke Madiun terkait Perda ini seperti apa, nantinya ada yang sekiranya bisa dimasukan dalam perda kami,” jelas Novida.
Dinas Arpus Jateng merupakan bagian dari objek raperda ini, sehingga berbagai masukan sangat dibutuhkan. Hal ini dimaksudkan agar ketika perda itu disahkan benar-benar mampu diimplementasikan.
Menurutnya, Pansus juga perlu mengetahui berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi perpustakaan di dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya. Termasuk berbagai inovasi dalam rangka memajukan perpustakaan untuk meningkatkan literasi.

Nantinya, kata dia, perda tersebut akan dielaborasikan dengan keistimewaan yang dimiliki DIY. Termasuk pengelolaan naskah- naskah kuno yang banyak di Jogja.
“Naskah kuno masih banyak dimiliki secara personel. Dalam pergub juga tidak disebutkan aturannya seperti apa, nantinya itu akan dimasukan juga ke perda ini,” ucapnya.
Sementara, Kepala Dinas Arpus Jateng, Prijo Anggoro BR, menuturkan dalam studi banding yang dilakukan dengan protokol kesehatan ketat itu, Pansus DPRD DIY menanyakan sejumlah kendala yang dihadapi perpustakaan masa kini.
Digitalisasi merupakan keniscayaan yang harus dilakukan. Perpustakaan DIY akan mengelola naskah kuno, tantangannya yakni mengubahnya menjadi digital.
“Perpustakaan DIY itu bagus- bagus. Cuma saat ini belum ada perda-nya. Di sana pustakawan-ny juga banyak, ada 12 untuk lima kabupaten dan kota, sedangkan Jateng 42 orang untuk 35 kabupaten/kota,” terangnya.
Mantan Camat Somagede Banyumas ini juga membeberkan perpustakaan yang jelek yakni hanya menyediakan buku, perpustakaan yang bagus menyediakan pelayanan yang baik.
Sementara, perpustakaan paling baik, bisa membentuk komunitas- komunitas. Ia bertekad menciptakan suasana seperti itu di perpustakaan.
“Semua pertanyaan dari Pansus DPRD DIY terkait perpustakaan sudah saya jawab. Semoga bisa berguna untuk pembentukan perda,” terangnya.
Ia menegaskan, perpustakaan dan arsip maju jika kepala daerahnya getol mendukung upaya literasi. Anggoro menyebut Gubernur Ganjar sangat getol agar perpustakaan dan arsip memiliki peran penting dalam kehidupan.
Di sisi lain, anggota Pansus Perpustakaan DIY, Ahmad Baihaqy Rais, menanyakan soal sertifikasi pustakawan dan perpustakaan di desa.

Ia juga mengapresiasi langkah kepala Dinas Arpus Jateng yang telah membawa perpustakaan dan kearsipan Jateng maju.
“Enyonge kesemsem karo kepala dinase (saya terpesona sama kepala dinasnya). Mudah- mudahan yang baik- baik bisa diterapkan di DIY,” ujar anak politikus senior, Amien Rais ini. (*)

2d01a731995d1d5d134ba86554aefc31

Wujudkan Layanan Prima Dengan Tertib Arsip Sekolah Di Jawa Tengah

Sejak tahun 2017  lingkungan sekolah khususnya SMAN dan SMKN menjadi kewenangan provinsi, Peran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah sebagai lembaga kearsipan bertanggungjawab dalam upaya meningkatkan kesadaran di bidang kearsipan telah menyelenggarakan kegiatan SOSIALISASI KEARSIPAN dengan mengusung tema “Peningkatan SDM Kearsipan yang Profesional dalam Mendukung Tertib Arsip Sekolah”  bertujuan agar petugas pengelola arsip sekolah mengetahui ilmu kearsipan, khususnya tentang pengelolaan arsip dinamis dari penciptaan arsip yang meliputi pembuatan dan penerimaan arsip , penggunaan dan pemeliharaan arsip yang meliputi pendistribusian dan perawatan, serta penyusutan arsip yang meliputi tahapan pemindahan, penyerahan dan pemusnahan.

Kegiatan sosialisasi kearsipan dengan target peserta 100 orang yang diikuti  beberapa sekolah, dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2020 di Aula Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Pati dengan narasumber sebagai berikut :

  1. Arsip Nasional RI sebagai pemapar Bapak Drs. R. Hanapi Mulyadi dengan tema “Peningkatan SDM Kearsipan yang Profesional dalam Mendukung Tertib Arsip Sekolah”
  2. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pemapar Bapak Kustrisaptono, S.Si, M.Pd, mengambil tema “Kebijakan Peningkatan Kapasitas SDM Kearsipan dalam Mewujudkan Tertib Arsip pada SMAN/SMKN di Jawa Tengah”
  3. Kepala Sekolah SMKN 1 Pati sebagai pemapar Bapak Wijanarko, S.Pd, M.Si mengambil sub tema “Implementasi Tertib Arsip di SMKN 1 Pati dalam Mewujudkan Layan Prima”

Sekolah sebagai lembaga pemerintah/swasta dibidang pendidikan yang bertujuan untuk mencerdaskan bangsa tentunya memerlukan tertib administrasi demi kelancaran jalannya organisasi. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu dilakukan pengelolaan arsip untuk menyelamatkan dan mengamankan arsip sebagai bahan informasi pada adminsitrasi sekolah diantaranya meliputi :

  1. Buku Agenda Surat Masuk
  2. Buku Agenda Surat Keluar
  3. Buku Induk Siswa
  4.  Daftar Isian Pendataan Siswa
  5.  Daftar Mutasi Siswa
  6.  Daftar Penerima Beasiswa
  7.  Daftar Penyerahan Ijazah kepada Lulusan Ujian Sekolah
  8.  Daftar Rekapitulasi Kenaikan Kelas dan Kelulusan
  9.  Daftar Inventaris Sarana     

Sampai dengan saat ini SMAN/SMKN se-Jawa Tengah yang sudah mendapat sosialisasi kearsipan dari Tahun 2017 s.d 2019 berjumlah 316 sekolah dengan rincian sebagai berikut :

  1. Tahun 2017 sebanyak 148 sekolah
  2. Tahun 2018 sebanyak 95 sekolah
  3. Tahun 2019 sebanyak 73 sekolah

Kegiatan Sosialisasi Kearsipan berikutnya akan dilaksanakan di SMAN 1 Klaten.

Untuk Program lanjutan kegiatan sosialisasi kearsipan adalah Bimbingan Teknis Kearsipan yang dilaksanakan satu tahun sekali. Hal ini merupakan salah satu bentuk pembinaan kearsipan terhadap lembaga/organisasi dilingkungan Provinsi yang telah menjadi tanggung jawab Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah  sebagai lembaga pembina kearsipan.

Program kegiatan Sosialisasi Kearsipan bagi SMAN/SMKN se-Jawa Tengah akan meningkatkan kesadaran dibidang kearsipan, terutama untuk SDM pengelola arsip sekolah guna tertibnya arsip untuk penyelamatan dan  pemanfaatan di lingkungan masyarakat. Lingkungan masyarakat akan lebih mudah mendapatkan informasi bila tertib arsip sekolah terpelihara dengan baik.

Tertibnya arsip sekolah adalah tertibnya administrasi di dunia pendidikan. Arsip sekolah adalah arsip masa  depan bangsa. Kita tidak akan punya sejarah pendidikan tanpa adanya tertib arsip sekolah.

3799497579010c61878c385ba73e6b50

Kedepankan Layanan Penyelamatan Arsip Masyarakat

Semarang – Komitmen dalam pengelolaan arsip dan perpustakaan bagi setiap pemerintah daerah sangat penting dilakukan. Hal ini ditandai dengan adanya Rakorwil I Kearsipan Dan Perpustakaan Tahun 2020. Rakor ini dihadiri oleh Kepala Dinas Arpus Kabupaten dan Kota se Jawa Tengah yang diadakan di Cilacap pada 5-6 Februari 2020. Dalam pengarahan Kadinas Arpus Prijo Anggoro BR, menyampaikan bahwa pengelolaan arsip itu penting. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan sebuah inovasi yang bernama Arsip Emas. Setiap masyarakat Jawa Tengah dapat memanfaatkan fasilitas ini secara Gratis. Masyarakat hanya cukup mendownload aplikasi Arsip Emas di Google Play Store. 

Dunia saat ini menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan digitalisasi, AI, IoT, serta Big Data sehingga memiliki urusan kearsipan dan perpustakaan harus beradaptasi sehingga tidak terlindas perubahan zaman. Tidak hanya itu, dalam urusan perpustakaan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memiliki iJateng yang juga dapat dimanfaatkan masyarakat di Jawa Tengah yang jauh dari perpustakaan dapat membaca buku melalui aplikasi iJateng. Semua fasilitas yang pemerintah sediakan seperti Arsip Emas dan Ijateng dapat digunakan secara Gratis.

Selain adanya aplikasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di tahun 2020 ini memiliki program Ranting Mas. Program ini merupakan bentuk layanan masyarakat dimana kami akan melakukan restorasi / perbaikan arsip penting masyarakat yang terdampak bencana. Dengan adanya program ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam penyelamatan arsip yang terdampak bencana.

b2f450de084f63eb7a9606de25212b39

Gratiskan Perbaikan Arsip Yang Rusak Akibat Bencana

SEMARANG – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah menggratiskan perbaikan arsip rusak akibat bencana. Hal itu seperti dilakukan di Kabupaten Brebes yang dilanda banjir beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Arpus Jateng Prijo Anggoro Budi Rahardjo mengatakan bencana alam yang melanda beberapa daerah belakangan ini, membuat sejumlah arsip rawan rusak. Selain di Kabupaten Brebes, kegiatan serupa juga dilakukan di Batursari Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

“Pada Januari 2020, kami melakukan kegiatan fasilitasi preservasi/ perawatan arsip yang rusak di daerah terdampak bencana Desa Cikeusal Lor, Cikeusal Kidul, dan Desa Sindangjaya, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes. Perbaikan arsip juga dilakukan di Batursari Kecamatan Mranggen,” ujarnya, Rabu (22/1/2020)

Perbaikan arsip tersebut tidak dipungut biaya, alias gratis. Nantinya, arsip yang telah diperbaiki tersebut akan disimpan ke aplikasi Arsip Emas.

“Iya, gratis. Untuk perbaikan arsip itu gratis,” tuturnya.

Arsip Emas merupakan inovasi yang dipersembahkan bagi masyarakat Provinsi Jawa Tengah dengan mendasari Perda Provinsi Jawa Tengah No 1 Tahun 2015  dan Pergub Jawa Tengah Nomor 39 Tahun 2015. Munculnya inovasi Arsip Emas karena banyaknya keluhan masyarakat atas hilangnya atau kerusakan arsip maupun dokumen yang dimilikinya.

Kegiatan tesebut sebagai salah satu bagian program pengentasan kemiskinan, berupa program restorasi arsip penting masyarakat yang disingkat Ranting Mas. Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hadir dalam penyelamatan arsip penting masyarakat sampai tingkat desa, seperti perbaikan arsip vital desa berupa Letter C, surat ukur/ rincik, hingga peta batas wilayah desa.

“Seperti, hilangnya arsip atau dokumen penting milik masyarakat akibat faktor alam, baik bencana banjir, tanah longsor, kebakaran, termakan rayap. Selain itu juga dikarenakan kelalaian dari masyarakat itu sendiri yang mengakibatkan dokumen hilang atau tercecer. Hal ini menandakan masih kurangnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya penyelamatan arsip / dokumen,” paparnya.

Kasi Pelestarian Dinas Arpus Provinsi Jawa Tengah, Indarto menjelaskan, perbaikan arsip rusak akibat bencana dilakukan dengan hati-hati. Pertama, berkas tersebut dikeringkan lebih dulu, ditata, lalu disemprot magnesium agar tidak keras, kemudian dilapisi tisu Jepang.

“Setelah itu ditata dan dirapikan dengan tangan. Ini harus hati-hati. Terakhir dikeringkan dengan kipas angin, karena kalau kena sinar matahari bisa rusak. Nah, arsip ini bisa bertahan 20 sampai 30 tahun,” ungkapnya.

Arsip yang telah diperbaiki tersebut kemudian disosialisasikan supaya disimpan di aplikasi Arsip Emas.

“Iya, kita berharap Arsip Emas ini menjadi solusi penyimpanan arsip,” pungkasnya.

12-1

Paradigma Baru Pengembangan Perpustakaan

Perpustakaan sebagai gudang buku harus melakukan perubahan, supaya tidak ditinggalkan generasi milenial. Tak boleh hanya bertindak sebagai penyedia buku, yang harus menunggu orang datang, dan meminjamkan koleksi bacaannya. Namun, perlu penerapan program transformasi berbasis inklusi sosial.

Dengan membaca buku di perpustakaan, masyarakat mendapatkan ilmu, meningkatkan keterampilannya hingga imbasnya terjadi peningkatan kesejahteraan keluarga. Pernyataan itu diungkapkan Inspektur Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Darmadi dalam sambutannya pada acara Peel Learning Meeting (PLM) di Semarang, Rabu (6/11).

“Perpustakaan berbasis inklusi sosial ini paradigma baru dalam pengembangan perpustakaan. Inisiatif transformasi ini mendapat dukungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Dukungan (Bappenas-red), dengan tujuannya meningkatkan literasi,” kata Darmadi di hadapan ratusan peserta mulai dari kepala desa, pegawai dinas arsip di Jateng.

Menurut dia, perpustakaan kini tak sekadar jadi teman membaca buku, tapi tugasnya perlu membagikan pengalaman, meningkatkan keterampilan bagi masyarakat. Sejak 2014, Jateng yang pernah mendapatkan bantuan Bank Dunia telah fokus pengembangan perpustakaan umum dan sekolah. Setelahnya, ada program Perpuseru yang dikawal CocaCola Foundation. Belakangan, pengembangan perpustakaan ini akan diampu oleh Perpusnas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng Prijo Anggoro BR SH M.Si mengajak masyarakat giat meningkatkan gerakan literasi. Bersama Perpusnas, institusinya melakukan interaksi dalam pengembangan perpustakaan. “Mari belajar supaya punya kemampuan. Kalau sudah memiliki kemampuan, maka akan punya terobosan sehingga akan bisa melangkah kedepannya lebih baik,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, perpustakaan yang buruk hanya bisa menata buku. Perpustakaan baik, mampu meminjamkan buku. Namun, perpustakaan hebat akan mampu menciptakan komunitas dan jejaring yang menyatukan. “Komunitas itu penting, misalnya pada bidang pertanian. Mereka bisa saling sharing ilmu, sekaligus melakukan upaya memecahkan masalah hama, meningkatkan produktivitas padi serta daya jualnya,” ungkapnya

Dikutip dari Suara Merdeka