adee083d9d6738003f88841530134887

Sosialisasi Braille Corner

Semarang – Untuk melayani masyarakat Penyandang Disabilitas yang ada di wilayah Semarang khususnya dan Provinsi Jawa Tengah umum nya. Pihak Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah telah mnegadakan kejasama dengan Kementrian Sosial RI dalam hal ini Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) “Abiyoso” Jl. Kerkhof 21, Leuwigajah Cimahi, Bapak Herry mewakili Kepala Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) “Abiyoso” mengatakan definisi penyandang Disabilitas yang berdasarkan UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, Intelektual, mental/sensorik dalam jangka waktu yang lama, yang dalam interaksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak Seorang Penyandang disabilitas netra membutuhkan pelajaran dan oriantasi dan mobilitas agar yang bersangkutan dapat mengatasi keterbatasan yang dimilikinya, Juga Orientasi Mobilitas sebagai kemampuan bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan semua indera yang masih ada untuk menentukan posisi seseorang terhadap benda-benda penting yang ada di sekitarnya, baik secara temporal maupun spasial.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Bp M.Masrofi,S.Sos, M.Si mengapresiasi dan berterima kasih sebesar-besarnya kepada Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) “Abiyoso”, bahwa kita dalam melayani masyarakat umum tidak membeda-bedakan diantara penyandang disabilitas dan yang sehat. Di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah jumlah Koleksi Literasi yang  berkaitan dengan tuna netra kurang lebih sejumlah 690 eksemplar ramah difabel, disablitas sedangkan pengunjung setiap harinya tidak kurang dari 800 pengunjung diantaranya ada penyandang disabilitas netra, maka untuk meningkatkan literasi penyandang disablitas perlu di sosialisasikan dan dikuti 20 peserta antara lain 5 peserta Disabilitas Sahabat Mata Semarang dan 15 peserta Pustakawan dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *