
SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar audiensi bersama Suara Merdeka pada Senin (23/2/2026) terkait penguatan Gerakan Santri Menulis (GSM). Program ini akan diwujudkan melalui sarasehan jurnalistik dan literasi media di sejumlah pondok pesantren serta perguruan tinggi di Jawa Tengah.
Audiensi tersebut dihadiri jajaran redaksi dan manajemen Suara Merdeka, di antaranya Pemimpin Redaksi Agus Toto Widyatmoko, Sekretaris Redaksi Setiawan Hendra Kelana, Koordinator GSM Agus Fathuddin Yusuf, Direktur Bisnis Bambang Pulunggono, Manajer Marcomm Indah Suciana, serta wartawan Eko Edi. Hadir pula perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yakni Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Biro Kesejahteraan Rakyat, serta Dinas Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap Gerakan Santri Menulis. Program ini dinilai mampu meningkatkan literasi, kemampuan menulis, serta kompetensi jurnalistik santri di era digital.
Menurutnya, jurnalistik menjadi program strategis dalam membangun budaya literasi, mengasah kemampuan berpikir kritis, sekaligus memperkuat karakter santri agar lebih adaptif terhadap perkembangan informasi.
Sementara itu, perwakilan Suara Merdeka menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis dengan membuka ruang publikasi bagi karya-karya santri, sekaligus memberikan pendampingan teknis di bidang jurnalistik.
Mendukung hal tersebut, Kepala Dinas Arpus Jawa Tengah Rahmah Nur Hayati tengah menyiapkan program penguatan literasi di Jawa Tengah termasuk untuk kalangan santri.
Ke depan, pelaksanaan GSM melibatkan media di Jawa Tengah sebagai mitra. Keterlibatan tersebut mencakup pendampingan, pelatihan, serta penyediaan narasumber dari kalangan praktisi media.
Audiensi ini menjadi langkah awal sinergi apik antara pemerintah daerah dan media dalam memperkuat gerakan literasi santri di Jawa Tengah, dengan harapan melahirkan generasi santri yang kritis, kreatif, dan melek media.

Add a Comment