
Semarang, 23 Juni 2025 – Dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital, kemampuan masyarakat untuk memilah, memahami, dan menyikapi informasi secara cerdas menjadi sangat penting. Untuk itu, Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Prov. Jateng menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis Literasi Informasi dengan tema “Meningkatkan Daya Kritis Masyarakat Melalui Literasi Informasi”. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan literasi informasi agar mampu menjadi pengguna informasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab di ruang digital. Peserta dihadiri oleh pegiat literasi dari TBM (Taman Baca Masyarakat) dan Duta Baca Sekolah.
Acara diawali dengan penyampaian laporan oleh Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan, Bapak Erry Raharjono, S.Sos. M.Si. Dalam laporannya, beliau menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan, jumlah peserta, materi yang akan disampaikan, serta harapan agar bimbingan ini dapat menjadi bekal strategis dalam meningkatkan daya kritis masyarakat terhadap informasi yang beredar.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ibu Rahmah Nur Hayati, S.K.M.,M.Kes, selaku Kepala Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Prov. Jateng, dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya literasi informasi sebagai benteng dalam menghadapi hoaks, disinformasi, dan manipulasi informasi yang marak di media sosial. Beliau juga mengajak seluruh peserta untuk berperan aktif sebagai agen literasi di tengah masyarakat.
Narasumber sebagai berikut :
1. Prof. Dr. Sungkowo Edy Mulyono, S.Pd., M.Si., Kepala UPT Perpustakaan UNNES Semarang dengan tema “Kebutuhan Informasi”
2. Dr. Heru Kurniawan, Ketua Forum TBM Provinsi Jawa Tengah dengan tema “Penelusuran Dan Evaluasi Informasi”
3. Suwondo, S.Hum, M.Kom, Kepala UPT Perpustakaan dan UNDIP Press dengan tema “Analisis Sintesis dan Diseminasi Informasi”
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke perpustakaan, di mana peserta diperkenalkan pada tata kelola perpustakaan, sistem katalog digital, dan layanan literasi yang disediakan. Di sela kunjungan, peserta diajak untuk menonton film di ruang audio visual.

Dalam era banjir informasi seperti sekarang, kemampuan masyarakat untuk memilah dan memahami informasi yang benar menjadi sangat krusial. Di sinilah letak pentingnya peran pegiat literasi bukan hanya sebagai penggerak minat baca, tetapi juga sebagai pendamping masyarakat dalam menavigasi informasi yang begitu deras.
Hari Kedua 24 Juni 2025
Kegiatan diawali dengan sesi menonton film edukatif di ruang audio visual. Film yang ditayangkan bertemakan pentingnya literasi dan informasi di kalangan pendidik dan siswa, sebagai bahan refleksi dan diskusi bersama. Kemudian fieldtrip ke perpustakaan, termasuk kunjungan ke perpustakaan kuno dan area koleksi khusus, yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam memahami pengelolaan dan sejarah literasi melalui koleksi fisik yang bernilai sejarah. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi ice breaking, yang menghadirkan suasana santai dan interaktif untuk membangun keakraban antar peserta. Suasana ini menjadi pembuka yang menyenangkan sebelum peserta mengikuti rangkaian kegiatan inti.
Narasumber sebagai berikut :
1. Rikarda Ratih Saptaastuti, S.Sos, M.I.Kom, Kepala UPT Perpustakaan Unika Soegijapranata Semarang dengan tema “Kebutuhan Informasi”
2. Wahyu Yusuf Akhmadi, S.STP, M.Si, Kepala Dinas Arpus Kab. Kendal dengan tema “Penelusuran Dan Evaluasi Informasi”
3. Alb. Dwiyoga Widiantoro,M.Kom, Ketua Prodi Sistem Informasi UNIKA Semarang dengan tema “Analisis Sintesis dan Diseminasi Informasi”
Melalui bimbingan teknis ini, diharapkan para guru tidak hanya memahami pentingnya literasi informasi, tetapi juga mampu mengintegrasikan berbagai sumber informasi digital dan konvensional ke dalam proses belajar-mengajar di sekolah.

Hari Ketiga 25 Juni 2025
Di era disrupsi informasi, kemampuan literasi informasi menjadi sangat krusial. Pustakawan diperlukan untuk tidak hanya mengelola koleksi, tetapi juga membekali masyarakat dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, mencari, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi secara cermat dan etis. Seiring pesatnya perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), pustakawan dituntut untuk mengadaptasi praktik literasi informasi mereka agar tetap relevan dan efektif dalam konteks digital modern.
Kegiatan diawali dengan kunjungan lapangan ke Layanan Perpustakaan, seperti Ruang Audio Visual, Ruang Dewasa, LTPS, Ruang Baca Difabel dll. Sebagai perpustakaan pusat yang baru diperluas dan dilengkapi fasilitas modern—termasuk area baca baru, ruang audio‑visual, jembatan penyeberangan (JPO), bahkan kafe dan ruang podcast.
Salah satu tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kompetensi pustakawan, guru, dan pegiat literasi dalam pengelolaan information literasi yang selaras dengan perkembangan digital dan AI dalam dunia perpustakaan.
Narasumber sebagai berikut :
1. Amroni, S.Sos, Kabid Perpustakaan DPK Kab. Magelang dengan tema “Penelusuran Dan Evaluasi Informasi”
2. Atin Istiarni, M.IP, Pustakawan Universitas Muhammadiyah Magelang, dengan tema “Analisis Sintesis dan Diseminasi Informasi”
3. Eqhna Ariani, Dosen Praktisi Public Speaking dengan tema “Kebutuhan Informasi”
Moderator : Unik Pratisi, S.M., Ketua Komunitas Read Aloud Semarang
Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mengembangkan pustakawan sebagai agen literasi yang adaptif di era AI. Kolaborasi efektif antara narasumber, pengelola, peserta, dan pihak teknologi akan memastikan perpustakaan tetap menjadi ruang solusi, bukan hanya arsip.


Add a Comment