Rapat Koordinasi Peran Perpustakaan Desa Sebagai Layanan Informasi Utama Masyarakat Desa

SEMARANG - Kegiatan Rapat Koordinasi Peran Perpustakaan Desa Sebagai Layanan Informasi Utama Masyarakat Desa deangan tema " Mencegah Radikalisme dan Terorisme Melalui Perpustakaan Desa "  berlangsung pada 9 Maret 2022 bertempat di Gedung Gradika Bhakti Praja. Dalam acara ini hadir dr. Yulianto Plh. Sekda Provinsi Jawa Tengah serta narasumber - narasumber dari Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Disperakim dukcapil Provinsi Jawa Tengah, dan Pustakawan Ahli Utama Provinsi Jawa Tengah. Turut hadir Kepala Desa se Jawa Tengah.

Maksud dari Kegiatan Webinar Mencegah Radikalisme dan Terorisme Melalui Perpustakaan Desa adalah memberikan wadah kepada Pemerintahan Desa tentang pentingnya penguatan literasi bagi masyarakat.

Tujuan dari kegiatan Webinar Mencegah Radikalisme dan Terorisme Melalui Perpustakaan Desa  adalah menumbuh kembangkan cinta NKRI melalui peran perpustakaan desa, menangkal berita hoax di era digital, memotivasi peserta dalam mengembangkan perpustakaan desa di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Arpus Provinsi Jawa Tengah menyampaikan " bahwa Jumlah Perpustakaan Desa Di Jawa Tengah baru mencapai 3.905 (data tahun 2020) dari 8.559 Desa/Kelurahan di Jawa Tengah, baru sekitar 40 %, semoga dengan pertemuan ini dapat mendorong percepatan pertumbuhan Perpustakaan Desa di Jawa Tengah "

Saat ini Perpustakaan telah bertransformasi, melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial,  program ini mendorong perpustakaan sebagai tempat berkegiatan bagi masyarakat, mengubah paradigma bahwa perpustakaan tidak sekedar untuk tempat membaca dan meminjam buku, namun peran perpustakaan lebih pada penguatan literasi bagi masyarakat.

Dengan membaca buku + akses internet + pelatihan, masyarakat dapat meningkatkan potensinya, sehingga muncul ide-ide baru yang dapat bermanfaat untuk pengembangan diri.

Sudah banyak manfaat yang dirasakan masyarakat melalui Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, seperti di Perpustakaan Desa Ngablak Kabupaten Magelang dengan bubuk kopi biji salak, Perpustakaan Desa Puro mengubah Ibu Nanik dari TKW menjadi pengusaha kripik pare dan sebagainya.

 

Share this Post


Berita ini bermanfaat?