Dinas Arpus


Paradigma Baru Pengembangan Perpustakaan

8 NOVEMBER 2019 ANDREAS KEGIATAN 63



Perpustakaan sebagai gudang buku harus melakukan perubahan, supaya tidak ditinggalkan generasi milenial. Tak boleh hanya bertindak  sebagai penyedia buku, yang harus menunggu orang datang, dan meminjamkan koleksi bacaannya. Namun, perlu penerapan program transformasi berbasis inklusi sosial.

Dengan membaca buku di perpustakaan, masyarakat mendapatkan ilmu, meningkatkan keterampilannya hingga imbasnya terjadi peningkatan kesejahteraan keluarga. Pernyataan itu diungkapkan Inspektur Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Darmadi dalam sambutannya pada acara Peel Learning Meeting (PLM) di Semarang, Rabu (6/11).

"Perpustakaan berbasis inklusi sosial ini paradigma baru dalam pengembangan perpustakaan. Inisiatif transformasi ini mendapat dukungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Dukungan (Bappenas-red), dengan tujuannya meningkatkan literasi," kata Darmadi di hadapan ratusan peserta mulai dari kepala desa, pegawai dinas arsip di Jateng.

Menurut dia, perpustakaan kini tak sekadar jadi teman membaca buku, tapi tugasnya perlu membagikan pengalaman, meningkatkan keterampilan bagi masyarakat. Sejak 2014, Jateng yang pernah mendapatkan bantuan Bank Dunia telah fokus pengembangan perpustakaan umum dan sekolah. Setelahnya, ada program Perpuseru yang dikawal CocaCola Foundation. Belakangan, pengembangan perpustakaan ini akan diampu oleh Perpusnas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng Prijo Anggoro BR SH M.Si mengajak masyarakat giat meningkatkan gerakan literasi. Bersama Perpusnas, institusinya melakukan interaksi dalam pengembangan perpustakaan. "Mari belajar supaya punya kemampuan. Kalau sudah memiliki kemampuan, maka akan punya terobosan sehingga akan bisa melangkah kedepannya lebih baik," ungkapnya.

Dia menjelaskan, perpustakaan yang buruk hanya bisa menata buku. Perpustakaan baik, mampu meminjamkan buku. Namun, perpustakaan hebat akan mampu menciptakan komunitas dan jejaring yang menyatukan. "Komunitas itu penting, misalnya pada bidang pertanian. Mereka bisa saling sharing ilmu, sekaligus melakukan upaya memecahkan masalah hama, meningkatkan produktivitas padi serta daya jualnya," ungkapnya

Dikutip dari Suara Merdeka


Gambar Lainnya

DINAS KEARSIPAN DAN PERPUSTAKAAN

PROVINSI JAWA TENGAH

CONTACT

Jl. Dr. Setiabudi No.201C Semarang
Jawa Tengah

(024) 7473746
Copyright 2018. All Rights Reserved by Dinas Arpus.